Key insights and market outlook
Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyebutkan bahwa kesepakatan mineral kritis antara Indonesia dan AS berpotensi memperkuat surplus perdagangan Indonesia, namun hanya jika kesepakatan tersebut dijalankan secara adil dan memberikan keuntungan nyata bagi perekonomian nasional. Kesepakatan ini perlu memperhatikan pengalaman pengelolaan nikel dan kebijakan hilirisasi yang belum sepenuhnya memberikan keuntungan maksimal bagi perekonomian nasional.
Kesepakatan mineral kritis antara Indonesia dan AS berpotensi memperkuat surplus perdagangan Indonesia. Namun, manfaat tersebut dinilai hanya akan optimal jika kesepakatan dijalankan secara adil dan memberi keuntungan nyata bagi perekonomian nasional.
Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menyebutkan bahwa pemberian akses AS terhadap mineral kritis dan logam tanah jarang Indonesia sebagai peluang yang baik, selama kesepakatan yang dijalankan bersifat adil dan memberikan manfaat optimal bagi Indonesia. Ia mengingatkan agar pemerintah belajar dari pengalaman pengelolaan nikel dan kebijakan hilirisasi yang dinilai belum sepenuhnya memberikan keuntungan maksimal bagi perekonomian nasional.
Kesepakatan ini perlu memperhatikan pengalaman pengelolaan nikel dan kebijakan hilirisasi yang belum sepenuhnya memberikan keuntungan maksimal bagi perekonomian nasional. Kesepakatan yang adil dan memberikan keuntungan nyata bagi perekonomian nasional perlu menjadi prioritas.
Kesepakatan Mineral Kritis Indonesia-AS
Pengelolaan Nikel dan Kebijakan Hilirisasi