Indonesian Banking Sector Shows Mixed Performance in October 2025
Back
Back
5
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 4
Sources5 verified

Indonesian Banking Sector Shows Mixed Performance in October 2025

AnalisaHub Editorial·December 4, 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

The Indonesian banking sector showed mixed performance in October 2025. Third-party funds (DPK) growth slowed to 8.1% YoY 1

, while total credit growth decelerated to 6.9% YoY 2. The money supply (M2) grew by 7.7% YoY, driven by narrow money (M1) and quasi-money growth 3. Credit growth was supported by corporate and consumption loans, while UMKM credit contracted by 0.1% YoY 2.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Perkembangan Sektor Perbankan Indonesia Oktober 2025

Perlambatan Pertumbuhan DPK

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan menunjukkan tanda-tanda perlambatan pada Oktober 2025. Total DPK tercatat sebesar Rp9.153,6 triliun, meningkat 8,1% secara tahunan (year-on-year/YoY) 1

. Pertumbuhan ini melambat dibandingkan September 2025 yang mencapai 8,4%. Komponen simpanan dalam rupiah tetap menjadi penopang utama dengan total Rp7.799,3 triliun, tumbuh 8,5% YoY.

Dinamika Komposisi DPK

Berdasarkan jenis simpanan, giro tetap menjadi motor utama penghimpunan DPK dengan total Rp2.864,6 triliun, tumbuh 13,2% YoY. Tabungan juga mencatat kinerja positif dengan pertumbuhan 7,2%, sementara simpanan berjangka tumbuh 4,9% 1

. Dari sisi golongan nasabah, kelompok korporasi menjadi pendorong utama pertumbuhan DPK dengan total simpanan Rp4.519,2 triliun, tumbuh 15,9% YoY.

Perkembangan Kredit Perbankan

Total kredit perbankan pada Oktober 2025 mencapai Rp8.106,8 triliun, tumbuh 6,9% YoY 2

. Pertumbuhan kredit didukung oleh kredit korporasi yang naik 10,2% YoY dan kredit perorangan yang tumbuh 3,0% YoY. Kredit Modal Kerja (KMK) tercatat tumbuh 2,1% YoY, melambat dari 2,9% YoY pada September 2025. Sementara itu, Kredit Investasi (KI) tumbuh kuat sebesar 15,0% YoY, didorong oleh sektor pengangkutan dan komunikasi serta sektor listrik, gas, dan air bersih.

Tantangan di Sektor UMKM

Penyaluran kredit UMKM pada Oktober 2025 mengalami kontraksi sebesar 0,1% YoY, setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 0,2% YoY 2

. Pelemahan ini terutama berasal dari kredit skala mikro dan menengah yang masing-masing menyusut 4,3% YoY dan 1,4% YoY. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan terhadap pembiayaan sektor produktif berskala kecil dan menengah.

Likuiditas dan Prospek

Likuiditas perekonomian tetap terjaga dengan jumlah uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai Rp9.783,1 triliun pada Oktober 2025, tumbuh 7,7% YoY 3

. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa penyaluran kredit perbankan masih perlu ditingkatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit 2025 berada pada batas bawah kisaran 8%-11% dan akan meningkat pada 2026 4.

Sumber

  1. [Bisnis.com - DPK Perbankan Tumbuh Melambat](
  2. [Bisnis.com - Kredit UMKM Oktober 2025 Minus](
  3. [Bisnis.com - Uang Beredar Tumbuh Melambat](
  4. [Bisnis.com - Kredit Oktober 2025 Melambat](
  5. [Detik Finance - Laporan BI: Jumlah Uang Beredar](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
16 min
Sources
5 verified

Topics Covered

Pertumbuhan DPKPerkembangan KreditLikuiditas PerekonomianSektor Perbankan

Key Events

1

Pertumbuhan DPK Melambat

2

Kredit UMKM Kontraksi

3

Pertumbuhan Kredit Perbankan

Timeline from 5 verified sources