Key insights and market outlook
The Indonesian Composite Index (IHSG) showed mixed performance during early trading on January 12, 2026, with foreign investors recording a net buy of Rp 101.97 billion. Key stocks like BBRI, ANTM, and TLKM saw significant foreign investment, while BUMI, RAJA, and BBCA experienced net selling. The market remains sensitive to global economic conditions while showing resilience in certain sectors.
IHSG pada hari Senin (12/1/2026) menunjukkan pergerakan yang fluktuatif, sempat turun tajam 2,48% ke level 8.715 sebelum akhirnya mengakhiri perdagangan di level 8.884,72 dengan penurunan 0,58% atau 52,03 poin 1
Saham-saham yang banyak diborong asing antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 234,6 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 215,6 miliar, dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 159,3 miliar. Sebaliknya, saham dengan net sell terbesar asing adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 437,9 miliar, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp 286 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 279,7 miliar 1
Dari sisi sektoral, enam sektor menjadi penekan IHSG ke zona merah, dengan sektor infrastruktur menjadi yang terburuk dengan penurunan 2,37%. Sektor teknologi turun 1,68%, energi 1,39%, keuangan 1,04%, barang konsumsi primer 0,58%, dan kesehatan 0,35% 1
Di sisi lain, lima sektor berhasil menguat, dipimpin oleh sektor barang konsumsi non-primer yang melonjak 2,22%. Sektor perindustrian naik 2,22%, transportasi dan logistik menguat 0,75%, barang baku menanjak 0,74%, dan properti serta real estat menguat 0,49% 1
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan IHSG masih berpeluang melanjutkan kenaikan jika mampu bertahan di level support 8.900-8.920, dengan resistance di rentang 8.950-9.000 4
Pergerakan IHSG
Aktivitas Investor Asing
Kinerja Saham LQ45