Indonesia's OJK and DPR Address Rp1.004 Trillion Default Crisis in Dana Syariah Indonesia
Back
Back
7
Impact
8
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedDec 5
Sources6 verified

Indonesia's OJK and DPR Address Rp1.004 Trillion Default Crisis in Dana Syariah Indonesia

AnalisaHub Editorial·December 5, 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

The Financial Services Authority (OJK) and Indonesia's House of Representatives (DPR RI) held an emergency meeting to address the Rp1.004 trillion default crisis at PT Dana Syariah Indonesia (DSI), a peer-to-peer lending platform. The crisis has affected 3,312 lenders and raised concerns about the oversight of Indonesia's fintech industry. OJK has a new regulatory framework in place for fintech companies, effective 2025, which includes minimum capital requirements of Rp50 billion. The meeting highlighted the need for improved oversight and regulation of the fintech sector to prevent similar crises in the future 1

23.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

OJK dan DPR RI Tangani Krisis Gagal Bayar Dana Syariah Indonesia

Rapat Tertutup Mengungkap Kegagalan Pengawasan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Komisi XI DPR RI mengadakan rapat kerja tertutup pada 19 November 2025 untuk membahas kasus dugaan gagal bayar PT Dana Syariah Indonesia (DSI) kepada para lender 2

. Rapat yang berlangsung sekitar 2,5 jam ini menjadi langkah konkret dalam menanggapi krisis yang melibatkan Rp1,004 triliun dana lender dan 3.312 lender 4.

Isu Pengawasan dan Regulasi

Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, menyatakan bahwa kasus ini menjadi peringatan bagi regulator untuk memperbaiki pengawasan terhadap industri pinjol. Dia menilai bahwa pengawasan dan regulasi pembiayaan syariah masih lemah dan mudah disiasati 1

.

Tanggapan Regulator dan DPR

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyatakan optimismenya bahwa industri keuangan syariah tetap bisa maju meski ada kasus PT DSI. Sementara itu, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menekankan pentingnya peningkatan koordinasi antara OJK, DPR, dan aparat penegak hukum untuk melindungi konsumen 3

.

Langkah Penyelesaian

Paguyuban Lender Dana Syariah Indonesia telah mengirimkan surat permohonan audiensi ke Komisi XI DPR RI untuk mencari solusi konkret. Pertemuan antara Manajemen DSI dan Paguyuban Lender pada 18 November 2025 menghasilkan empat kesepakatan strategis untuk menyelesaikan permasalahan ini, termasuk penunjukan Paguyuban Lender sebagai wakil resmi lender 4

5.

Implikasi bagi Industri Fintech

Kasus ini berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap industri pembiayaan syariah. Perlu ada transparansi, tata kelola yang kuat, serta mekanisme penyelesaian sengketa yang efektif untuk memulihkan kepercayaan 1

.

Sumber

  1. [Bisnis.com - Kasus Dugaan Gagal Bayar Dana Syariah Indonesia](
  2. [Bisnis.com - OJK dan Komisi XI DPR Bahas Gagal Bayar](
  3. [Bisnis.com - OJK Yakin Gagal Bayar Tak Ganggu Industri](
  4. [Bisnis.com - Paguyuban Lender Dana Syariah Surati Komisi XI DPR](
  5. [Detik Finance - Paguyuban Lender Temui Dana Syariah](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
15 min
Sources
6 verified

Topics Covered

Fintech RegulationP2P Lending CrisisFinancial Oversight

Key Events

1

Dana Syariah Indonesia Default Crisis

2

OJK-DPR Emergency Meeting

3

Fintech Oversight Review

Timeline from 6 verified sources