126,160 Workers Laid Off Since 2023: Labor Union Reveals Main Causes
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNegativeBullish
PublishedDec 6
Sources1 verified

126.160 Pekerja Jadi Korban PHK Sejak 2023: Serikat Buruh Bongkar Penyebab Utama

Tim Editorial AnalisaHub·6 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) melaporkan bahwa 126.160 pekerja menjadi korban PHK antara tahun 2023 hingga Oktober 2025. Presiden KSPN Ristadi mengidentifikasi enam faktor utama yang menyebabkan PHK ini: berkurangnya pesanan, penghentian pesanan total, teknologi produksi yang sudah usang, biaya produksi tinggi, dan faktor terkait lainnya. Temuan serikat buruh ini menyoroti kondisi sulit yang dihadapi pekerja Indonesia di tengah tekanan ekonomi.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

PHK Massal di Indonesia: Serikat Buruh Bongkar Statistik yang Mengkhawatirkan

126.160 Pekerja Terkena Dampak Sejak 2023

Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), sebuah serikat buruh terkemuka di Indonesia, mengungkapkan bahwa total 126.160 pekerja menjadi korban PHK antara tahun 2023 hingga Oktober 2025. Angka yang signifikan ini menyoroti skala kehilangan pekerjaan di pasar tenaga kerja Indonesia selama periode tersebut. Menurut Presiden KSPN Ristadi, PHK ini terutama disebabkan oleh beberapa faktor kunci yang terkait dengan operasional bisnis dan kondisi ekonomi.

Enam Faktor Utama di Balik PHK

Ristadi mengidentifikasi enam alasan utama yang berkontribusi pada PHK massal ini:

  1. Berkurangnya Pesanan/Pembelian: Perusahaan menghadapi penurunan permintaan, sehingga melakukan pengurangan tenaga kerja sebagai bagian dari upaya efisiensi.
  2. Penghentian Total Pesanan: Beberapa bisnis menghentikan operasional sepenuhnya karena tidak adanya pesanan baru, yang berujung pada penutupan total pabrik.
  3. Teknologi Produksi yang Usang: Perusahaan berjuang dengan mesin yang sudah ketinggalan zaman, yang memengaruhi kuantitas dan kualitas produksi, sehingga sulit bersaing karena tingginya biaya operasional.

Temuan serikat buruh ini menggarisbawahi lingkungan sulit yang dihadapi oleh pekerja dan bisnis Indonesia, terutama di sektor manufaktur yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi dan tantangan teknologi. Laporan KSPN ini menjadi indikator penting bagi kesehatan pasar tenaga kerja dan kondisi ekonomi yang lebih luas di Indonesia.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
8 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Labor MarketLayoffsEconomic Challenges

Key Events

1

Mass Layoffs Reported

2

Labor Union Findings

Timeline from 1 verified sources