Key insights and market outlook
Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) melaporkan bahwa 126.160 pekerja menjadi korban PHK antara tahun 2023 hingga Oktober 2025. Presiden KSPN Ristadi mengidentifikasi enam faktor utama yang menyebabkan PHK ini: berkurangnya pesanan, penghentian pesanan total, teknologi produksi yang sudah usang, biaya produksi tinggi, dan faktor terkait lainnya. Temuan serikat buruh ini menyoroti kondisi sulit yang dihadapi pekerja Indonesia di tengah tekanan ekonomi.
Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), sebuah serikat buruh terkemuka di Indonesia, mengungkapkan bahwa total 126.160 pekerja menjadi korban PHK antara tahun 2023 hingga Oktober 2025. Angka yang signifikan ini menyoroti skala kehilangan pekerjaan di pasar tenaga kerja Indonesia selama periode tersebut. Menurut Presiden KSPN Ristadi, PHK ini terutama disebabkan oleh beberapa faktor kunci yang terkait dengan operasional bisnis dan kondisi ekonomi.
Ristadi mengidentifikasi enam alasan utama yang berkontribusi pada PHK massal ini:
Temuan serikat buruh ini menggarisbawahi lingkungan sulit yang dihadapi oleh pekerja dan bisnis Indonesia, terutama di sektor manufaktur yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi dan tantangan teknologi. Laporan KSPN ini menjadi indikator penting bagi kesehatan pasar tenaga kerja dan kondisi ekonomi yang lebih luas di Indonesia.
Mass Layoffs Reported
Labor Union Findings