Key insights and market outlook
Ilmuwan mengungkapkan bahwa 2025 masuk dalam tiga besar tahun terpanas yang pernah tercatat, dengan suhu global melampaui ambang batas 1,5°C yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Meskipun adanya fenomena La Niña, suhu global tetap berada di level tinggi, menunjukkan pengaruh kuat aktivitas manusia terhadap perubahan iklim.
Analisis terbaru dari World Weather Attribution (WWA) telah mengkonfirmasi bahwa 2025 masuk dalam tiga besar tahun terpanas yang pernah tercatat, dengan suhu global melampaui ambang batas 1,5°C yang ditetapkan dalam Perjanjian Paris. Capaian ini menandai titik balik yang signifikan dalam perjuangan melawan perubahan iklim, karena menyoroti kebutuhan yang mendesak untuk pengurangan emisi gas rumah kaca yang drastis.
Menariknya, meskipun adanya fenomena La Niña, suhu global tetap berada di level tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas manusia memiliki dampak yang mendalam terhadap iklim, mengalahkan efek variabilitas iklim alami.
Fakta bahwa 2025 masuk dalam tiga besar tahun terpanas yang pernah tercatat merupakan peringatan yang keras bagi komunitas global. Sangat penting bahwa pemerintah, bisnis, dan individu bekerja sama untuk mengurangi emisi dan beralih ke sumber energi terbarukan.
Pengungkapan bahwa 2025 masuk dalam tiga besar tahun terpanas yang pernah tercatat adalah panggilan bagi komunitas global. Sangat penting bahwa kita mengambil tindakan yang berani dan kolektif untuk memitigasi dampak perubahan iklim! Kita harus memprioritaskan pengembangan berkelanjutan, ketahanan iklim, dan perlindungan lingkungan untuk memastikan masa depan yang layak bagi generasi mendatang.
Pengumuman Suhu Global 2025
Capaian Ambang Batas Perjanjian Paris