Key insights and market outlook
Produksi beras 2026 terancam akibat banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang telah merusak lahan sawah. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa wilayah yang terdampak akan mengalami penurunan hasil panen. Namun, pemerintah diharapkan akan melakukan perbaikan melalui Kementerian Pertanian.
Banjir yang melanda Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh baru-baru ini telah merusak lahan sawah secara signifikan, berpotensi mempengaruhi produksi beras Indonesia 2026. Menurut Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog, banjir besar telah menenggelamkan banyak lahan sawah, yang kemungkinan akan menyebabkan penurunan produksi tahun depan.
Ramdhani mengungkapkan keyakinannya bahwa pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, akan melakukan perbaikan infrastruktur pertanian yang rusak. "Kementerian Pertanian kemungkinan akan menindaklanjuti perbaikan lahan sawah yang rusak," jelasnya dalam konferensi pers di kantor pusat Bulog, Jakarta.
Potensi penurunan produksi beras ini terjadi pada saat kritis bagi Indonesia, salah satu konsumen beras terbesar di dunia. Penurunan signifikan dalam produksi domestik dapat berdampak pada ketahanan pangan dan berpotensi menyebabkan peningkatan impor atau kenaikan harga.
Sebagai BUMN yang bertanggung jawab mengelola stok beras, Bulog memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia. Pemantauan situasi dan kolaborasi dengan otoritas terkait akan sangat penting dalam memitigasi dampak banjir terhadap produksi beras.
Flood Damage to Rice Fields
Potential Decrease in Rice Production