Key insights and market outlook
Sebuah survei baru-baru ini oleh Pusat Riset Opini Publik Rusia (VTsIOM) milik negara menunjukkan bahwa 55% warga Rusia percaya konflik dengan Ukraina akan berakhir pada 2026. Survei terhadap 1.600 warga Rusia berusia 18+ ini menunjukkan optimisme yang meningkat, yang dikaitkan dengan kemajuan yang dirasakan menuju tujuan nasional. Namun, optimisme ini muncul ketika Rusia menghadapi tantangan ekonomi, termasuk penurunan output industri sebesar 0,7% pada November dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebuah survei baru-baru ini yang dilakukan oleh Pusat Riset Opini Publik Rusia (VTsIOM) milik negara menunjukkan pergeseran signifikan dalam sentimen publik mengenai konflik yang sedang berlangsung dengan Ukraina. Jajak pendapat yang melibatkan 1.600 warga Rusia berusia 18 tahun ke atas ini menemukan bahwa 55% responden percaya bahwa konflik akan berakhir pada tahun 2026. Optimisme ini terutama dikaitkan dengan persepsi bahwa "operasi militer khusus" Moskow semakin mendekati tujuannya, sejalan dengan kepentingan nasional sebagaimana digariskan oleh Presiden Putin.
Temuan survei ini muncul di tengah tantangan ekonomi yang meningkat bagi Rusia. Output industri mengalami penurunan sebesar 0,7% pada November dibandingkan periode yang sama tahun lalu, setelah sebelumnya tumbuh 3,1% pada Oktober. Kontraksi ini bertentangan dengan ekspektasi analis yang memperkirakan peningkatan sebesar 1,2%, menandakan potensi tekanan ekonomi yang mendasarinya. Perlambatan aktivitas industri ini bertepatan dengan efek stimulus ekonomi yang digerakkan oleh perang dan subsidi pemerintah yang sebelumnya menopang perekonomian.
Hasil survei VTsIOM ini menyoroti sifat kompleks opini publik di Rusia mengenai konflik Ukraina. Secara historis, mengukur sentimen publik tentang isu sensitif seperti perang telah menjadi tantangan karena kontrol ketat terhadap wacana publik. Fakta bahwa data ini dipublikasikan menunjukkan potensi pergeseran dalam bagaimana informasi semacam itu dikelola atau dipersepsikan oleh pemerintah.
Kombinasi antara meningkatnya optimisme publik tentang penyelesaian konflik dan tekanan ekonomi yang meningkat menciptakan lingkungan yang kompleks bagi kepemimpinan Rusia. Ketika perekonomian menunjukkan tanda-tanda perlambatan, pemerintah menghadapi tantangan ganda untuk mempertahankan dukungan publik bagi operasi militer yang sedang berlangsung sambil mengatasi kekhawatiran ekonomi yang meningkat. Kemajuan yang dirasakan menuju tujuan militer tampaknya menjadi faktor kunci yang mempertahankan optimisme publik, meskipun biaya hidup yang meningkat dan ketidakpastian ekonomi.
Penurunan Output Industri Rusia
Ekspektasi Publik tentang Akhir Konflik