Key insights and market outlook
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 9 perusahaan dalam antrean Initial Public Offering (IPO), dengan 6 di antaranya dikategorikan sebagai perusahaan jumbo yang memiliki aset di atas Rp 250 miliar. Perkembangan ini menunjukkan meningkatnya minat terhadap pasar modal Indonesia dan potensi ekspansi di berbagai sektor. Kategorisasi ini mengikuti Peraturan OJK Nomor 53/POJK.04/2017 yang mengklasifikasikan perusahaan berdasarkan ukuran aset untuk persyaratan IPO.
Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam aplikasi Initial Public Offering (IPO), dengan 9 perusahaan saat ini dalam antrean per 19 Desember 2025. Dari jumlah tersebut, 6 perusahaan dikategorikan sebagai perusahaan besar dengan aset melebihi Rp 250 miliar, menunjukkan minat yang substansial terhadap pasar modal Indonesia.
Klasifikasi perusahaan untuk tujuan IPO mengikuti Peraturan OJK Nomor 53/POJK.04/2017, yang mengkategorikan perusahaan berdasarkan ukuran aset mereka. I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, mengkonfirmasi bahwa antrean saat ini mencakup perusahaan dari berbagai kategori aset. Regulasi ini membantu menjaga transparansi dan standarisasi dalam proses IPO.
BEI telah memberikan rincian tentang perusahaan yang menunggu listing IPO. Antrean ini mencakup:
Rentang ukuran perusahaan yang beragam ini menunjukkan minat yang luas dalam mengakses pasar modal Indonesia.
Meningkatnya jumlah perusahaan yang mengantre untuk IPO mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap prospek ekonomi Indonesia dan infrastruktur pasar modal. Ketika perusahaan-perusahaan ini go public, mereka kemungkinan akan membawa peningkatan likuiditas dan berpotensi merangsang aktivitas pasar lebih lanjut.
IPO Pipeline Expansion
Capital Markets Growth