63% of Indonesian Family Businesses Struggle with Economic Volatility: PwC Survey 2025
Back
Back
6
Impact
7
Urgency
Sentiment Analysis
BearishNeutralBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

63% Bisnis Keluarga di Indonesia Tertekan Volatilitas Ekonomi: Survei PwC 2025

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Survei PwC Family Business Survey 2025 terbaru mengungkapkan bahwa 63% bisnis keluarga di Indonesia berjuang menghadapi volatilitas ekonomi, menyoroti lingkungan yang menantang bagi perusahaan keluarga. Survei yang melibatkan 1.325 bisnis keluarga di 62 negara ini menemukan bahwa 90% bisnis keluarga global menghadapi persaingan pasar yang ketat. Responden Indonesia menyebut volatilitas ekonomi sebagai masalah utama mereka, sedikit lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 58%.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Bisnis Keluarga di Indonesia Menghadapi Tekanan Ekonomi yang Meningkat

Temuan Utama dari Survei PwC Family Business 2025

Survei PwC Family Business Survey 2025 terbaru mengungkapkan tantangan signifikan yang dihadapi bisnis keluarga di Indonesia. Survei komprehensif ini, yang melibatkan 1.325 bisnis keluarga di 62 negara, memberikan wawasan berharga tentang keadaan bisnis keluarga saat ini, baik secara global maupun di Indonesia.

Volatilitas Ekonomi: Masalah Utama

Survei ini menyoroti bahwa 63% responden bisnis keluarga Indonesia mengidentifikasi volatilitas ekonomi sebagai masalah paling mendesak. Angka ini sedikit lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 58% yang memiliki kekhawatiran serupa. Temuan ini menggarisbawahi kerentanan bisnis keluarga terhadap fluktuasi ekonomi di pasar negara berkembang seperti Indonesia.

Persaingan Pasar yang Meningkat

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa hampir 90% bisnis keluarga di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, beroperasi dalam lingkungan yang ditandai oleh persaingan pasar yang semakin ketat. Tekanan kompetitif ini memaksa bisnis keluarga untuk beradaptasi dan berinovasi guna mempertahankan posisi pasar mereka.

Perubahan Harapan Pertumbuhan

Marcel Irawan, PwC Indonesia Private Leader, menyatakan bahwa 'era pertumbuhan pendapatan dua digit telah berlalu' bagi bisnis keluarga Indonesia, sejalan dengan tren global. Observasi ini menunjukkan bahwa bisnis keluarga kini harus fokus pada strategi pertumbuhan yang berkelanjutan daripada mengandalkan ekspansi cepat.

Implikasi bagi Bisnis Keluarga di Indonesia

Hasil survei ini memiliki implikasi signifikan bagi bisnis keluarga yang beroperasi di Indonesia. Dengan volatilitas ekonomi menjadi perhatian utama mereka, bisnis-bisnis ini harus mengembangkan strategi untuk mengurangi risiko keuangan sambil mempertahankan daya saing di lingkungan pasar yang menantang.

Rekomendasi Strategis

  1. Manajemen Risiko: Implementasikan sistem manajemen risiko keuangan yang kuat untuk menghadapi volatilitas ekonomi
  2. Inovasi: Fokus pada inovasi untuk mempertahankan keunggulan kompetitif di tengah persaingan pasar yang ketat
  3. Pertumbuhan Berkelanjutan: Alihkan fokus dari ekspansi cepat ke strategi pertumbuhan berkelanjutan

Dengan mengadopsi strategi ini, bisnis keluarga Indonesia dapat lebih siap menghadapi tantangan ekonomi saat ini dan memanfaatkan peluang di masa depan.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
13 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Family Business ChallengesEconomic VolatilityBusiness Competition

Key Events

1

PwC Family Business Survey 2025 Release

2

Economic Volatility Concerns Rise

Timeline from 1 verified sources