Key insights and market outlook
Sembilan perusahaan farmasi besar telah sepakat untuk menurunkan harga obat untuk program Medicaid dan pasien yang membayar tunai sebagai bagian dari kesepakatan dengan pemerintahan Trump. Perusahaan-perusahaan yang terlibat termasuk Bristol Myers Squibb, Gilead Sciences, Merck, dan lainnya. Langkah ini bertujuan untuk menyelaraskan harga obat di AS dengan harga di negara maju lainnya dan menghilangkan apa yang disebut Trump sebagai 'subsidi untuk seluruh dunia'. Kesepakatan ini diharapkan membawa penghematan signifikan bagi pasien berpenghasilan rendah yang tercakup dalam Medicaid.
Sembilan perusahaan farmasi besar telah mencapai kesepakatan dengan pemerintahan Trump untuk menurunkan harga obat bagi program Medicaid dan pasien yang membayar tunai. Kesepakatan ini melibatkan perusahaan-perusahaan besar seperti Bristol Myers Squibb, Gilead Sciences, Merck, Novartis, Amgen, Boehringer Ingelheim, Sanofi, dan GSK. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Trump untuk menyelaraskan harga obat di AS dengan standar internasional dan mengatasi apa yang disebut Trump sebagai subsidi AS untuk 'seluruh dunia' melalui struktur harga obat saat ini.
Kesepakatan ini mengharuskan perusahaan farmasi yang berpartisipasi untuk menurunkan harga sebagian besar obat yang dijual ke Medicaid, program yang menyediakan cakupan kesehatan bagi individu berpenghasilan rendah. Meskipun Medicaid hanya mencakup sekitar 10% dari total pengeluaran obat di AS, kesepakatan ini diharapkan menghasilkan penghematan signifikan bagi populasi pasien rentan ini. Pejabat pemerintahan menekankan bahwa penurunan harga akan sangat berdampak pada obat-obatan yang sering digunakan.
Saham sebagian besar perusahaan farmasi yang terlibat justru menguat antara 1% hingga 3% setelah pengumuman kesepakatan. Investor menyambut baik kesepakatan ini karena menghilangkan ancaman tarif yang sebelumnya diusulkan oleh Trump. Analis melihat ini sebagai langkah strategis para pemimpin industri untuk berkolaborasi dengan pemerintahan saat ini sambil meminimalkan perubahan signifikan pada operasi bisnis mereka. Courtney Breen dari Bernstein mencatat bahwa kesepakatan ini memungkinkan para pemimpin farmasi untuk bekerja sama dengan pemerintahan sambil menjaga stabilitas bisnis.
Amerika Serikat saat ini memiliki beberapa harga obat tertinggi di antara negara maju, sering kali membayar hampir tiga kali lipat untuk obat resep dibandingkan negara lain. Pemerintahan Trump telah menekan perusahaan farmasi untuk menurunkan harga ke tingkat yang lebih sebanding secara internasional. Kesepakatan ini mewakili langkah signifikan ke arah itu, meskipun dampaknya terhadap sistem kesehatan AS yang lebih luas masih harus dilihat.
Pharmaceutical Price Reduction Agreement
Trump Administration Healthcare Deal