Key insights and market outlook
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menghadapi potensi tekanan karena rencana Pemerintah Provinsi Jakarta untuk membongkar tiang monorel pada Januari 2026, yang dapat mempengaruhi kepemilikan aset dan kinerja keuangan perusahaan. Rencana pembongkaran ini, yang dikonfirmasi oleh Sekretaris Perusahaan ADHI Rozi Sparta, saat ini masih dalam pembahasan dengan pemerintah Jakarta. Sengketa hukum dan klaim kepemilikan aset yang dimulai sejak 2012 dan 2017 memperumit situasi ini.
PT Adhi Karya Tbk (ADHI), perusahaan konstruksi besar di Indonesia, menghadapi potensi tantangan setelah rencana pemerintah Jakarta untuk membongkar tiang monorel pada Januari 2026. Rencana pembongkaran ini mempengaruhi aset ADHI di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, yang kepemilikannya diklaim oleh perusahaan berdasarkan putusan pengadilan tahun 2012 dan 2017.
Situasi ini tetap kompleks karena sengketa hukum dan klaim kepemilikan aset yang masih berlangsung. Menurut Rozi Sparta, Sekretaris Perusahaan ADHI, perusahaan masih dalam pembahasan dengan pemerintah Jakarta terkait rencana pembongkaran. Dasar hukum klaim ADHI termasuk putusan pengadilan tanggal 22 Oktober 2012 dan opini hukum dari Kejaksaan Agung tanggal 16 Agustus 2017.
Rencana pembongkaran ini berpotensi mempengaruhi kinerja keuangan ADHI pada awal 2026. Saham perusahaan mungkin menghadapi tekanan saat investor menilai potensi dampak pembongkaran aset terhadap operasional dan kesehatan keuangan ADHI secara keseluruhan. Hasil pembahasan antara ADHI dan pemerintah Jakarta akan sangat penting dalam menentukan implikasi masa depan bagi perusahaan.
Monorel Demolition Plan
Asset Ownership Dispute