Key insights and market outlook
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) diproyeksikan masih menghadapi tantangan hingga tahun 2026 namun tetap optimis meraih kontrak baru senilai Rp 20-23 triliun di tahun depan. Hingga November 2025, ADHI telah berhasil mendapatkan kontrak baru senilai Rp 14,1 triliun, dengan pertumbuhan signifikan dari capaian Oktober sebesar Rp 7,8 triliun. Perusahaan mengharapkan segmen Engineering & Construction menjadi kontributor utama pertumbuhan ini.
PT Adhi Karya Tbk (ADHI) bersiap menghadapi tahun 2026 yang menantang sambil tetap optimis dalam mendapatkan kontrak baru yang substansial. Perusahaan konstruksi milik negara ini menargetkan kontrak baru senilai Rp 20 triliun hingga Rp 23 triliun untuk tahun depan. Hingga November 2025, ADHI telah mencapai Rp 14,1 triliun kontrak baru, menunjukkan peningkatan signifikan dari Rp 7,8 triliun pada Oktober 2025.
Sekretaris perusahaan, Rozi Sparta, menekankan bahwa segmen Engineering & Construction akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ini, dengan memanfaatkan kompetensi inti mereka. Fokus strategis ini sejalan dengan kekuatan historis ADHI di sektor konstruksi. Peningkatan signifikan dalam kontrak baru selama November menunjukkan momentum positif memasuki tahun 2026.
Meski proyeksi optimis, ADHI menghadapi tantangan berkelanjutan di industri konstruksi yang kompetitif. Kemampuan perusahaan untuk mendapatkan proyek berskala besar akan sangat krusial dalam mencapai target ambisius mereka. Performa sektor konstruksi sering dipengaruhi oleh rencana infrastruktur pemerintah dan kondisi ekonomi secara keseluruhan, faktor-faktor yang perlu dinavigasi efektif oleh ADHI di tahun mendatang.
New Contract Target Announcement
Significant Contract Growth