Key insights and market outlook
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) tetap berhati-hati terhadap pembiayaan mobil baru di 2026 karena tekanan yang masih terjadi di pasar otomotif. Hingga November 2025, pembiayaan mobil baru mencapai Rp 6,7 triliun, yang berkontribusi sekitar 18% terhadap total portofolio pembiayaan. Meskipun masih menunjukkan penurunan tahunan, perusahaan mencatat perbaikan tren sepanjang 2025.
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance), pemain utama di sektor pembiayaan otomotif Indonesia, tetap berhati-hati dalam pembiayaan mobil baru untuk tahun 2026. Keputusan ini diambil karena pasar otomotif masih menghadapi tekanan signifikan. Menurut Sylvanus Gani, Chief Financial Officer Adira Finance, pembiayaan mobil baru perusahaan mencapai Rp 6,7 triliun hingga November 2025, yang merupakan sekitar 18% dari total portofolio pembiayaan mereka.
Meskipun pembiayaan mobil baru Adira Finance masih menunjukkan penurunan tahunan, Gani mencatat adanya perbaikan tren sepanjang 2025. "Jika melihat pergerakan sejak awal tahun hingga November, trennya cenderung membaik dan terus menunjukkan peningkatan," jelas Gani. Observasi ini menunjukkan bahwa meskipun industri otomotif menghadapi tantangan, terdapat tanda-tanda pemulihan yang dapat mempengaruhi aktivitas pembiayaan Adira Finance di tahun mendatang.
Sikap hati-hati yang diambil Adira Finance untuk 2026 mencerminkan strategi manajemen risiko yang prudent dalam menghadapi ketidakpastian lingkungan ekonomi. Dengan memantau tren pasar secara cermat dan menyesuaikan kebijakan pembiayaan mereka, Adira Finance berupaya untuk menghadapi tantangan di sektor otomotif sambil memanfaatkan peluang pertumbuhan yang ada.
New Car Financing Trend Improvement
Cautious 2026 Outlook