Key insights and market outlook
Adira Finance (ADMF) menerapkan dua strategi utama untuk menjaga kualitas pembiayaan dana tunai selama libur Natal dan Tahun Baru 2025. Perusahaan melakukan segmentasi pembiayaan sesuai dengan risk appetite dan meningkatkan efektivitas penagihan untuk meminimalkan potensi kredit macet. Hingga November 2025, portofolio pembiayaan dana tunai Adira tumbuh 37% menjadi Rp11,3 triliun, berkontribusi 29% terhadap total portofolio perusahaan sambil mempertahankan rasio pembiayaan bermasalah (NPF) yang stabil.
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF), yang dikenal sebagai Adira Finance, mengambil langkah proaktif untuk menjaga kualitas pembiayaan dana tunai menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025. Menurut Sylvanus Gani, Chief Financial Officer Adira Finance, perusahaan menerapkan dua strategi utama untuk memastikan kualitas portofolio selama periode tersebut.
Pertama, Adira Finance menerapkan segmentasi pembiayaan berbasis risiko dalam keputusan pembiayaannya. Pendekatan ini melibatkan penilaian hati-hati terhadap calon debitur dan penyesuaian tawaran pembiayaan sesuai dengan risk appetite perusahaan. Dengan demikian, Adira berupaya memitigasi potensi risiko kredit yang terkait dengan pembiayaan akhir tahun.
Kedua, perusahaan fokus pada peningkatan efektivitas penagihan. Gani menekankan bahwa proses penagihan yang efektif sangat penting dalam mengurangi kemungkinan wanprestasi. Pendekatan proaktif ini membantu menjaga kesehatan keseluruhan portofolio pinjaman Adira selama periode yang biasanya ditandai dengan peningkatan aktivitas keuangan.
Hingga November 2025, Adira Finance melaporkan pertumbuhan 37% dalam portofolio pembiayaan dana tunai, mencapai Rp11,3 triliun. Pertumbuhan ini signifikan karena merupakan 29% dari total portofolio pembiayaan perusahaan. Meskipun terjadi peningkatan substansial, Adira berhasil mempertahankan rasio NPF yang stabil sepanjang 2025.
Gani mengaitkan pertumbuhan permintaan pembiayaan dana tunai dengan berbagai faktor, termasuk peningkatan aktivitas ekonomi, kampanye promosi, dan persiapan untuk libur akhir tahun. CFO mencatat bahwa kebutuhan pembiayaan dana tunai cenderung lebih tinggi selama periode ini dibandingkan waktu normal, didorong oleh peningkatan belanja dan aktivitas layanan.
Memasuki sisa tahun 2025 dan awal 2026, Adira Finance tetap optimis tentang prospek bisnis pembiayaan dana tunainya. Perusahaan percaya bahwa fleksibilitas produk pembiayaan dana tunai, yang dapat digunakan untuk kebutuhan konsumtif dan produktif, akan terus mendorong permintaan. Selain itu, kebutuhan beragam konsumen, mulai dari pengeluaran rumah tangga hingga pendidikan dan modal usaha, diharapkan dapat mempertahankan relevansi solusi pembiayaan Adira di berbagai kondisi ekonomi.
Cash Loan Portfolio Growth
Risk Management Strategy Implementation