Key insights and market outlook
Industri minyak dan gas Indonesia menghadapi tantangan signifikan akibat aset menua, dengan 70% perusahaan kurang sadar akan pentingnya jadwal perawatan, peningkatan, atau penggantian yang tepat. Hal ini menyebabkan peningkatan biaya operasional dan modal serta potensi gangguan produksi. Para ahli industri memperingatkan bahwa tanpa manajemen yang tepat, aset menua ini dapat mengakibatkan waktu henti yang lebih lama dan keselamatan yang terganggu.
Industri minyak dan gas Indonesia bergulat dengan isu kompleks aset menua, yang menimbulkan tantangan operasional dan finansial yang signifikan. Menurut Taufik Aditiyawarman, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional, sebanyak 70% perusahaan di sektor ini kurang memiliki kesadaran penuh tentang jadwal perawatan, peningkatan, atau penggantian yang tepat untuk infrastruktur yang menua.
Adanya aset menua menyebabkan peningkatan besar pada biaya operasional (OPEX) dan biaya modal (CAPEX). Ketika peralatan menua, diperlukan perawatan lebih sering dan lebih rentan terhadap kegagalan tak terduga, sehingga mengakibatkan pengeluaran tak terencana. Selain itu, penghentian produksi (CoP) akibat kegagalan peralatan atau perawatan dapat berdampak signifikan pada arus pendapatan perusahaan.
Di luar implikasi finansial, aset menua juga menimbulkan risiko operasional yang besar. Tanpa perawatan dan peningkatan yang tepat, aset-aset ini dapat menyebabkan waktu henti yang lebih lama, sehingga mengganggu efisiensi operasional secara keseluruhan. Selain itu, kurangnya perawatan dapat mengakibatkan bahaya keselamatan, yang berpotensi membahayakan pekerja dan lingkungan.
Taufik Aditiyawarman menekankan perlunya pendekatan proaktif dalam mengelola aset menua. Ia menyoroti bahwa strategi perawatan yang komprehensif sangat penting untuk mengurangi risiko yang terkait dengan infrastruktur yang menua. Ini termasuk penilaian reguler, peningkatan tepat waktu, dan penggantian, serta adopsi teknologi baru untuk meningkatkan manajemen aset.
Isu aset menua merupakan perhatian mendesak bagi industri migas Indonesia. Mengatasi tantangan ini memerlukan upaya bersama dari para pelaku industri untuk memprioritaskan manajemen aset dan berinvestasi dalam perawatan dan peningkatan. Dengan demikian, perusahaan dapat meminimalkan risiko operasional, mengurangi biaya, dan memastikan keberlanjutan operasi jangka panjang.
Aging Assets Management Discussion
Operational Expenditure Increase Warning