Key insights and market outlook
Raksasa dirgantara Eropa, Airbus, telah mengeluarkan perintah pembaruan perangkat lunak mendesak untuk sekitar 6.000 pesawat A320, menyebabkan gangguan penerbangan global signifikan. Recall ini, yang merupakan salah satu terbesar dalam sejarah 55 tahun Airbus, mengikuti insiden baru-baru ini di mana radiasi matahari yang intens merusak data kendali penerbangan kritis. Masalah ini dipicu oleh insiden penerbangan JetBlue pada 30 Oktober 2025, di mana penumpang terluka akibat penurunan ketinggian mendadak. Airbus mengakui bahwa pembaruan ini akan menyebabkan gangguan operasional bagi penumpang dan pelanggan karena memengaruhi lebih dari separuh armada A320 global.
Airbus telah memerintahkan pembaruan perangkat lunak segera untuk sekitar 6.000 pesawat A320, mewakili salah satu recall terbesar dalam sejarah perusahaan. Tindakan ini memengaruhi lebih dari separuh armada A320 global dan diperkirakan akan menyebabkan gangguan operasional signifikan di seluruh dunia. Recall ini mengikuti insiden baru-baru ini di mana radiasi matahari yang intens menyebabkan kerusakan data dalam sistem kendali penerbangan kritis.
Masalah perangkat lunak ini terungkap setelah penerbangan JetBlue dari Cancun ke Newark mengalami penurunan ketinggian tak terkendali pada 30 Oktober 2025, mengakibatkan cedera pada penumpang. Penerbangan tersebut melakukan pendaratan darurat di Tampa, Florida. Investigasi mengungkapkan bahwa radiasi matahari yang intens telah merusak data yang penting untuk fungsi kendali penerbangan. Airbus sejak itu bekerja sama dengan sumber industri untuk mengembangkan dan menerapkan patch perangkat lunak mendesak untuk mengatasi kerentanan ini.
Pembaruan perangkat lunak ini memengaruhi tidak hanya pesawat yang sedang beroperasi tetapi juga yang sedang dalam produksi. Airbus telah memberitahukan lebih dari 350 operator pesawat di seluruh dunia tentang pembaruan wajib ini. Timing recall ini bertepatan dengan salah satu periode perjalanan tersibuk di Amerika Serikat - akhir pekan Thanksgiving - yang berpotensi memperburuk gangguan perjalanan. Airbus telah mengakui bahwa pembaruan ini akan menyebabkan tantangan operasional bagi penumpang dan pelanggan maskapai.
Recall ini sangat signifikan karena melibatkan keluarga A320, yang baru-baru ini menjadi model pesawat yang paling banyak dikirimkan, melampaui Boeing 737. Armada A320 merupakan bagian substansial dari penerbangan komersial global, menjadikan pembaruan perangkat lunak ini peristiwa industri besar. Skala recall ini menekankan tantangan kompleks yang dihadapi oleh produsen pesawat dalam memelihara dan memperbarui armada besar pesawat dengan sistem avionik canggih.
Airbus A320 Software Recall
Global Flight Disruption
Aircraft Maintenance Mandate