Key insights and market outlook
Airbus telah melakukan recall global terhadap 6.000 pesawat A320 karena kerentanan perangkat lunak terhadap radiasi matahari, dengan 38 unit di Indonesia terdampak. Recall ini bertujuan mencegah potensi kerusakan pada sistem kontrol penerbangan kritis yang disebabkan oleh radiasi matahari yang intens. Airbus bekerja sama dengan otoritas penerbangan untuk mengimplementasikan perlindungan perangkat lunak atau perangkat keras yang diperlukan untuk memastikan keselamatan penerbangan.
Airbus telah mengumumkan recall komprehensif terhadap 6.000 pesawat A320 di seluruh dunia karena ditemukan kerentanan pada perangkat lunak pesawat yang membuatnya rentan terhadap kerusakan akibat radiasi matahari yang intens. Aksi global ini berdampak pada 38 pesawat A320 yang beroperasi di Indonesia. Masalah perangkat lunak ini berpotensi membahayakan sistem kontrol penerbangan kritis ketika terkena aktivitas matahari yang tinggi.
Kerentanan ini berasal dari perangkat lunak kontrol penerbangan pesawat yang sensitif terhadap radiasi matahari, yang dapat merusak data penting yang diperlukan untuk operasi penerbangan yang aman. Sebagai respons, Airbus telah bekerja sama secara proaktif dengan badan pengatur penerbangan, termasuk Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA), untuk mengimplementasikan langkah-langkah perlindungan segera. Ini termasuk patch perangkat lunak dan modifikasi perangkat keras untuk melindungi terhadap risiko yang teridentifikasi.
Airbus telah mengeluarkan Transmisi Operator Peringatan (AOT) berdasarkan Arahan Kelaikan Udara Darurat dari EASA, yang mewajibkan operator untuk menerapkan perlindungan perangkat lunak atau perangkat keras yang diperlukan. Arahan ini memastikan bahwa semua pesawat yang terdampak aman untuk terus beroperasi. Recall dan modifikasi selanjutnya menekankan komitmen Airbus untuk menjaga standar keselamatan tertinggi dalam penerbangan. Meskipun recall ini komprehensif dan melibatkan sejumlah besar pesawat secara global, tindakan cepat ini diharapkan dapat mengurangi potensi risiko yang terkait dengan kerentanan perangkat lunak.
Global Aircraft Recall
Software Vulnerability Disclosure
Safety Directive Issuance