AKR Corporindo's Performance to Boost from Rising Fuel Import Quota
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedJan 8
Sources1 verified

Kinerja AKR Corporindo Diprediksi Meningkat Berkat Kenaikan Kuota Impor BBM

Tim Editorial AnalisaHub·8 Januari 2026
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Keputusan pemerintah Indonesia untuk berpotensi meningkatkan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) sebesar 10% di tahun 2026 diperkirakan akan berdampak positif pada kinerja keuangan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA). Dengan 75% pendapatan perusahaan berasal dari perdagangan dan distribusi BBM, AKRA diposisikan untuk mendapatkan keuntungan dari peningkatan pasokan. Analis memproyeksikan pendapatan AKRA tumbuh sebesar 5,27% YoY menjadi Rp43,4 triliun dan laba per saham mencapai Rp137,5.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Kinerja AKR Corporindo Diprediksi Meningkat Berkat Kenaikan Kuota Impor BBM

Kebijakan Pemerintah untuk Meningkatkan Pasokan BBM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia telah mengumumkan potensi peningkatan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) sebesar 10% di tahun 2026. Kebijakan ini diperkirakan akan menguntungkan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), pemain utama di sektor distribusi BBM. Peningkatan kuota impor ini dipandang sebagai perkembangan positif bagi AKRA, karena diharapkan dapat meningkatkan pasokan BBM perusahaan, sehingga berpotensi meningkatkan volume penjualannya.

Kontribusi Pendapatan yang Kuat dari Perdagangan BBM

Pendapatan AKRA sangat bergantung pada segmen perdagangan dan distribusi BBM, yang menyumbang sekitar 75% dari total pendapatan perusahaan pada sembilan bulan pertama tahun 2025. Oleh karena itu, peningkatan pasokan BBM kemungkinan akan memiliki dampak besar pada kinerja keuangan perusahaan. Analis dari Kiwoom Sekuritas Indonesia mencatat bahwa konsumsi BBM domestik yang meningkat sebesar 2,6% YoY pada 2025 menjadi faktor kunci yang mendukung proyeksi ini.

Tren Pasar yang Mendukung Pertumbuhan

Pangsa pasar penjualan BBM non-subsidi oleh pemain non-Pertamina, termasuk AKRA, terus meningkat. Pada 2025, pangsa ini meningkat menjadi 15% dari 11% pada 2024, menunjukkan permintaan yang meningkat untuk BBM dari distributor swasta. Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas Indonesia meyakini bahwa tren ini akan berlanjut, didorong oleh meningkatnya permintaan BBM dari pemain sektor swasta.

Proyeksi Keuangan

Berdasarkan peningkatan pasokan BBM dan tren pasar yang positif, analis memproyeksikan pendapatan AKRA tumbuh sebesar 5,27% YoY menjadi Rp43,4 triliun di tahun 2026. Selain itu, laba per saham (EPS) perusahaan diperkirakan mencapai Rp137,5. Pertumbuhan ini diharapkan didorong oleh peningkatan volume distribusi BBM, yang kemungkinan akan difasilitasi oleh kuota impor yang lebih tinggi.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 week ago
Read Time
10 min
Sources
1 verified
Related Stocks
AKRA

Topics Covered

Fuel Import PolicyEnergy Sector GrowthCorporate Financial Performance

Key Events

1

Fuel Import Quota Increase

2

Corporate Revenue Growth Projection

Timeline from 1 verified sources