Key insights and market outlook
Allo Bank (BBHI) mengatasi rendahnya kepercayaan konsumen pada bank digital di Indonesia, di mana 46% konsumen lebih kurang percaya pada layanan keuangan digital dibandingkan bank tradisional. Bank ini fokus pada peningkatan keamanan data dan promosi transparansi melalui media sosial untuk membangun kepercayaan. Menurut laporan e-Conomy SEA 2025 oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, sektor layanan keuangan digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$538 miliar dalam Gross Transaction Value (GTV) pada 2025, dengan fokus pada pembiayaan mikro-SME untuk menutup kesenjangan dengan negara tetangga.
Allo Bank Indonesia (BBHI) menangani tantangan rendahnya kepercayaan konsumen pada perbankan digital, di mana hampir setengah konsumen Indonesia (46%) kurang percaya pada layanan keuangan digital dibandingkan bank tradisional. Laporan e-Conomy SEA 2025 oleh Google, Temasek, dan Bain & Company menyoroti bahwa meskipun ada masalah kepercayaan ini, sektor layanan keuangan digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$538 miliar dalam Gross Transaction Value (GTV) pada 2025.
Laporan tersebut menyarankan agar platform keuangan digital fokus pada pembiayaan mikro-SME melalui akses keuangan langsung bagi pedagang dan pengemudi. Strategi ini mulai populer di tingkat regional, dengan bank virtual baru di Thailand dan Malaysia memprioritaskan segmen yang sama. Namun, keberhasilan strategi ini sangat bergantung pada pembangunan kepercayaan konsumen.
Untuk mengatasi hal ini, Allo Bank melakukan beberapa langkah untuk meningkatkan kepercayaan konsumen. Ganda Raharja Rusli, Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank, menyatakan bahwa bank melakukan kampanye kesadaran keamanan data yang luas dan meningkatkan infrastruktur keamanan siber. Bank juga memanfaatkan penawaran promosi melalui ekosistem yang bekerja sama untuk memberikan keuntungan kepada nasabah dan memperluas jangkauannya.
M. Rizal Taufikurahman, Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan Indef, menekankan bahwa literasi keuangan dan digital memainkan peran penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat pada layanan keuangan digital. Ia mencatat bahwa keduanya sangat penting untuk pertumbuhan berkelanjutan di sektor ini, karena membantu konsumen memahami risiko dan manfaat yang terkait dengan produk keuangan digital.
Rizal menyarankan agar peningkatan literasi keuangan dan digital menjadi upaya bersama yang melibatkan pemerintah, otoritas regulasi, bank digital, dan perusahaan fintech. Dengan bekerja sama, mereka dapat memastikan bahwa adopsi layanan keuangan digital bukan hanya tren tetapi praktik yang stabil dan dipercaya di kalangan konsumen.
Digital Banking Trust Initiatives
Micro-SME Financing Strategies