Key insights and market outlook
Rencana buyback saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) diprediksi akan meningkatkan harga sahamnya, menurut analis. Buyback senilai Rp1,17 triliun ini menunjukkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan yang kuat dan prospek pertumbuhan. Langkah ini bertepatan dengan sentimen positif di sektor keuangan, termasuk penurunan suku bunga dan stabilitas daya beli masyarakat.
Rencana buyback saham oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) diperkirakan akan menjadi katalis bagi harga sahamnya. Maximilianus Nico Demus, Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, menilai langkah ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan yang kuat dan prospek pertumbuhan jangka panjang di sektor perbankan nasional. Rencana buyback senilai Rp1,17 triliun disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 25 Maret 2025, dengan pelaksanaan selama 12 bulan.
Aksi buyback ini bertepatan dengan beberapa perkembangan positif di sektor keuangan, seperti dimulainya tren penurunan suku bunga, stabilitas daya beli masyarakat, dan meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China. Menurut Nico, faktor-faktor ini akan semakin meningkatkan daya tarik saham perbankan. Namun, dia menekankan bahwa buyback harus diiringi dengan fundamental keuangan yang sehat dan pemulihan kinerja keuangan yang nyata untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan harga saham.
Nico menekankan bahwa buyback bukan hanya strategi untuk menjaga stabilitas harga saham, tetapi juga wujud kepercayaan manajemen terhadap nilai perusahaan jangka panjang. Saat ini, pasar menunjukkan minat pada BMRI dan emiten perbankan lain yang berencana buyback. Momentum ini, dikombinasikan dengan sentimen positif di sektor keuangan, diharapkan dapat mendorong minat investor pada saham perbankan.
Bank Mandiri Buyback Plan
Financial Sector Positive Sentiment