Key insights and market outlook
Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) telah turun 14,16% dalam tiga bulan terakhir di tengah kekhawatiran potensi gangguan pasokan bahan baku dari PT Freeport Indonesia (PTFI). Meskipun penurunan jangka pendek ini, kinerja year-to-date ANTM tetap kuat pada +90,82%. Analis menyebutkan ketidakpastian operasional di PTFI sebagai penyebab utama koreksi saham terkini.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), perusahaan pertambangan terkemuka di Indonesia, mengalami penurunan harga saham sebesar 14,16% dalam tiga bulan terakhir, ditutup pada Rp 2.910 per saham per 5 Desember. Meskipun koreksi terkini ini, saham ANTM tetap menunjukkan pertumbuhan year-to-date yang kuat sebesar 90,82%. Penurunan terkini disebabkan oleh sentimen negatif terkait ketidakpastian operasional di PT Freeport Indonesia (PTFI), pemasok utama bahan baku untuk produksi emas ANTM.
Abida Massi Armand, Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, menyatakan bahwa ketidakpastian operasional di PTFI telah menciptakan kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan bahan baku emas ke ANTM. Ketidakpastian ini berkontribusi pada koreksi harga saham terkini. Namun, prospek jangka panjang tetap positif karena kinerja year-to-date ANTM yang kuat dan tren bullish komoditas emas secara keseluruhan.
Stock Price Correction
Operational Uncertainty at PTFI