Key insights and market outlook
Para pedagang di Pasar Asemka Jakarta mengalami penurunan penjualan signifikan untuk produk Tahun Baru, dengan penjualan kembang api turun 35% dan penjualan trompet turun 50% dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini dikaitkan dengan perubahan perilaku konsumen dan kondisi ekonomi. Meskipun demikian, pedagang tetap berharap penjualan akan membaik menjelang Tahun Baru.
Para pedagang di Pasar Asemka Jakarta menghadapi masa sulit karena penjualan produk Tahun Baru mengalami penurunan drastis. Pasar yang dikenal dengan barang-barang musiman ini biasanya ramai saat akhir tahun mendekat. Namun, penjualan tahun ini lebih lesu dibandingkan tahun-tahun sebelumnya 1
Seorang pedagang bernama Basir melaporkan bahwa penjualan kembang api turun 35%, sementara penjualan trompet turun 50% dibandingkan tahun lalu. Penurunan ini sangat mengkhawatirkan mengingat jumlah pedagang yang menjual produk ini lebih sedikit tahun ini 2
Penurunan penjualan dikaitkan dengan perubahan perilaku konsumen dan kondisi ekonomi. Pedagang mencatat bahwa meskipun pasar lebih ramai selama pandemi, penjualan saat ini lebih lesu. Namun, pedagang tetap optimis bahwa penjualan mungkin meningkat saat Tahun Baru semakin dekat, dengan banyak produk yang biasanya laris di hari-hari terakhir sebelum perayaan 2
Modal yang dibutuhkan pedagang untuk menyediakan produk Tahun Baru sangat bervariasi. Beberapa pedagang seperti Basir beroperasi dengan modal relatif kecil sekitar Rp 10 juta, sementara operasi yang lebih besar di dekat pintu masuk pasar dilaporkan menangani miliaran rupiah dalam inventori. Perbedaan ini menunjukkan skala bisnis yang beragam di pasar ini 2
New Year Sales Slump
Retail Business Challenges