Key insights and market outlook
Mata uang Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi terhadap dolar AS, dengan beberapa menguat sementara lainnya masih tertekan. Rupiah Indonesia menguat 0,14% ke Rp16.741 per USD, sementara Ringgit Malaysia naik 0,42% ke 4,047 per USD. Sebaliknya, Won Korea Selatan turun 0,19% ke 1.446,7 per USD dan Peso Filipina melemah 0,16% ke 58,83 per USD.
Pasar valuta asing Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi terhadap dolar AS dalam sesi perdagangan terakhir. Rupiah Indonesia mencatat penguatan 0,14% ke Rp16.741 per USD, melanjutkan tren stabilitas terkini. Ringgit Malaysia menunjukkan kinerja yang lebih kuat dengan penguatan 0,42% ke 4,047 per USD. Yuan onshore (CNY) dan Yuan offshore (CNH) China juga mencatat kenaikan modest sebesar 0,13% ke 7,006 per USD dan 0,09% ke 7,001 per USD.
Tidak semua mata uang Asia berakhir positif. Won Korea Selatan mengalami penurunan 0,19% ke 1.446,7 per USD, sementara Peso Filipina melemah sebesar 0,16% ke 58,83 per USD. Dolar Hong Kong yang dipatok ke USD menunjukkan pergerakan minimal dengan penguatan 0,01% ke 7,774 per USD.
Pergerakan yang bervariasi ini mencerminkan tensi geopolitik yang sedang berlangsung dan perbedaan stance kebijakan moneter di kawasan. Aksi bank sentral dan indikator ekonomi global terus menjadi penggerak utama valuasi mata uang. Stabilitas Rupiah Indonesia patut dicatat mengingat kondisi ekonomi global saat ini.
Asian Currency Fluctuations
Central Bank Influence on Currency