Mata Uang Asia Menguat Terhadap Dolar AS yang Melemah
Penguatan Mata Uang Regional
Sebagian besar mata uang Asia menguat terhadap dolar AS pada Selasa (23/12/2025) seiring meningkatnya sentimen positif global dan melemahnya greenback di berbagai pasar. Ringgit Malaysia muncul sebagai penampil terbaik di kawasan, terapresiasi 0,22% menjadi 4,067 per USD 1. Performa positif ini melanjutkan tren kuat ringgit sepanjang 2025, dengan mata uang tersebut terapresiasi hampir 10% dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya 1.
Performa Rupiah Indonesia
Rupiah Indonesia dibuka 0,02% lebih kuat pada Rp16.774 per USD pada Selasa, mengikuti tren positif mata uang regional lainnya 3. Pada siang hari, rupiah melemah sedikit menjadi Rp16.784 per USD seiring pelaku pasar menanti rilis data ekonomi AS 6. Bank-bank besar Indonesia melaporkan kurs USD/IDR sebagai berikut:
- BCA: Rp16.772 - Rp16.792 (e-rate)
- BRI: Rp16.767 - Rp16.793 (e-rate)
- Mandiri: Rp16.760 - Rp16.790 (special rate)
- BNI: Rp16.768 - Rp16.798 (special rate)
Tren Mata Uang Regional
Baht Thailand mencapai level terkuat sejak awal Juni 2021, diperdagangkan pada 31,055 per USD 4. Mata uang lain yang menunjukkan kekuatan termasuk:
- Yen Jepang: +0,41%
- Dolar Singapura: +0,13%
- Yuan China: +0,02%
- Ringgit Malaysia: +0,23%
Analisis Pasar
Indeks dolar AS mengalami **penurunan 0,17% menjadi 98,11, menandakan sentimen positif di pasar mata uang Asia 5. Pelaku pasar kini fokus pada rilis data ekonomi AS mendatang, termasuk pertumbuhan PDB kuartal III dan pesanan barang tahan lama. Secara lokal, analis memprediksi perekonomian Indonesia akan menghadapi tantangan besar di 2026, dengan proyeksi pertumbuhan antara 4,9-5,1% 5.
Sumber
- [Kontan - Ringgit Malaysia Pimpin Penguatan](
- [Detik Finance - Dolar AS Melemah](
- [Kontan - Rupiah Dibuka Menguat](
- [Kontan - Baht Thailand Jadi Mata Uang Terkuat](
- [Bisnis.com - Kurs Dolar AS di Bank-Bank Besar](
- [Kontan - Kurs Rupiah Melemah Siang](