Key insights and market outlook
Sebagian besar mata uang Asia menguat terhadap USD pada hari Selasa karena ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve meningkat setelah komentar dovish dari pejabat Fed. Rupiah terapresiasi 0,25% menjadi 16.657 per USD. Mata uang regional lainnya juga naik: Yen Jepang naik 0,28%, Won Korea naik 0,66%, Dolar Singapura naik 0,18%, dan Yuan China naik 0,22%. Analis Lukman Leong mengaitkan kenaikan ini dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed yang meningkat menjadi 80%.**
Sebagian besar mata uang Asia mencatat kenaikan terhadap USD pada hari Selasa karena ekspektasi pasar akan pemangkasan suku bunga Federal Reserve meningkat menjadi 80% setelah pernyataan dovish dari pejabat Fed. Rupiah terapresiasi 0,25% menjadi 16.657 per USD, mengikuti tren penguatan mata uang regional.
Mata uang lain di kawasan Asia juga menunjukkan kenaikan signifikan: Yen Jepang naik 0,28% menjadi 156,45 per USD, Won Korea menguat 0,66% menjadi 1.466,31 per USD, Dolar Singapura naik 0,18% menjadi 1,30 per USD, dan Yuan China meningkat 0,22% menjadi 7,08 per USD.
Menurut Lukman Leong, Analis Doo Financial Futures, faktor utama di balik apresiasi mata uang adalah peningkatan tajam dalam ekspektasi pemangkasan suku bunga Fed. Probabilitasnya meningkat signifikan setelah pejabat Fed memberikan komentar dovish, mengubah sentimen pasar.
Leong mencatat bahwa meskipun tren regional secara keseluruhan positif, faktor spesifik juga mendukung kinerja masing-masing mata uang. Penguatan mata uang Asia menunjukkan meningkatnya kepercayaan pada prospek ekonomi regional bersamaan dengan perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS.
Fed Rate Cut Expectations Rise
Asian Currencies Appreciation