Key insights and market outlook
Sejumlah mata uang Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin, 5 Januari 2026, di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan tensi geopolitik. Rupiah terdepresiasi 0,09% menjadi Rp16.740 per USD, sementara mata uang regional lainnya seperti dolar Singapura dan won Korea juga mengalami penurunan. Kekuatan dolar AS didorong oleh peningkatan permintaan aset safe-haven dan perkembangan geopolitik, termasuk tindakan AS terhadap Venezuela 1
Pasar valuta asing Asia mengalami tekanan signifikan pada Senin, 5 Januari 2026, ketika beberapa mata uang regional melemah terhadap dolar AS yang menguat. Rupiah Indonesia ditutup di Rp16.740 per USD, mewakili depresiasi sebesar 0,09% dari hari perdagangan sebelumnya 1
Beberapa faktor utama berkontribusi pada pelemahan luas mata uang Asia terhadap dolar AS:
Memasuki tahun 2026, analis memprediksi bahwa faktor geopolitik akan terus mendominasi pergerakan mata uang Asia. Faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan meliputi:
Asian Currency Depreciation
US Dollar Strengthening
Geopolitical Tensions Rise