Key insights and market outlook
Pasar saham Asia bergerak hati-hati pada hari Rabu setelah data pekerjaan AS yang beragam gagal mengubah ekspektasi suku bunga. Sementara itu, harga minyak melonjak setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi. Kontrak berjangka minyak mentah WTI naik 1,5% ke $56,12/barel, sementara Brent naik 0,8% menjadi $59,37/barel.
Pasar saham Asia menunjukkan perdagangan yang hati-hati pada hari Rabu setelah rilis data pekerjaan AS yang beragam, yang gagal mengubah ekspektasi suku bunga yang ada. Investor tetap menahan diri menunggu indikator ekonomi lebih lanjut sebelum melakukan langkah signifikan.
Pasar minyak mengalami lonjakan signifikan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade komprehensif terhadap tanker minyak Venezuela yang terkena sanksi. Perkembangan geopolitik ini menyebabkan kenaikan tajam harga minyak mentah. Kontrak berjangka minyak mentah WTI naik 1,5% menjadi $56,12 per barel, sementara Brent naik 0,8% menjadi $59,37 per barel. Eskalasi tiba-tiba dalam ketegangan dan potensi gangguan pasokan berkontribusi pada kenaikan harga.
Data pekerjaan AS yang beragam gagal memberikan arah jelas bagi pasar Asia, mempertahankan sentimen hati-hati di kalangan investor. Lingkungan pasar saat ini mencerminkan pendekatan wait-and-see karena peserta pasar menunggu isyarat ekonomi tambahan dan perkembangan kebijakan.
US Job Data Release
Venezuela Oil Tanker Blockade
Oil Price Surge