Key insights and market outlook
Bursa saham Asia melemah pada hari Jumat seiring dolar AS menguat menjelang rilis data ketenagakerjaan AS yang penting dan di tengah ketidakpastian terkait kebijakan tarif global mantan Presiden Donald Trump. Menguatnya dolar diiringi dengan meningkatnya tensi geopolitik global, yang berdampak pada harga minyak dan saham-saham sektor pertahanan. Investor tetap waspada sambil menunggu putusan Mahkamah Agung AS terkait legalitas tarif luas Trump, kebijakan yang sempat mengguncang pasar tahun lalu.
Bursa saham Asia mengalami penurunan pada hari Jumat, 9 Januari 2026, seiring dolar AS menguat menjelang rilis data ketenagakerjaan AS yang krusial. Menguatnya dolar semakin diperkuat oleh ketidakpastian seputar kebijakan tarif global mantan Presiden AS Donald Trump. Isu tarif, ditambah dengan meningkatnya tensi geopolitik global, berkontribusi pada sentimen risk-off di pasar.
Efek gabungan dari faktor-faktor tersebut mengakibatkan penurunan di seluruh bursa saham Asia. Investor menunjukkan kehati-hatian, menyesuaikan posisi mereka sambil menunggu putusan Mahkamah Agung terkait kebijakan tarif Trump. Sentimen risk-off pasar tercermin dalam kinerja berbagai kelas aset, dengan aset safe-haven dan sektor defensif menunjukkan kekuatan relatif.
Saat pasar keuangan terus menghadapi ketidakpastian ini, investor akan terus memantau putusan Mahkamah Agung AS dan perkembangan selanjutnya terkait kebijakan tarif Trump. Hasilnya diperkirakan akan memiliki implikasi signifikan bagi perdagangan dan pasar keuangan global.
US Employment Data Release
US Supreme Court Tariff Decision