Key insights and market outlook
Mayoritas bursa Asia melemah pada Kamis pagi, mengikuti penurunan Wall Street semalam. Nikkei 225 turun 0,70% ke 51.596,10, sementara Hang Seng turun 0,59% ke 26.302,78. Penurunan ini terjadi setelah data AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan pasar kerja, memicu spekulasi tentang kemungkinan pemotongan suku bunga Federal Reserve tahun ini.
Mayoritas bursa Asia berada di teritori negatif pada Kamis pagi, mengikuti penurunan Wall Street semalam. Pada pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 turun 366,10 poin atau 0,70% ke 51.596,10. Demikian pula, indeks Hang Seng turun 156,17 poin atau 0,59% ke 26.302,78. Indeks Taiex menurun 25,87 poin atau 0,09% ke 30.400,23, sementara FTSE Malaysia turun 5,97 poin atau 0,36% ke 1.670,78. Sebaliknya, ASX 200 berhasil naik 8,43 poin atau 0,10% ke 8.704, dan Straits Times naik 3,29 poin atau 0,09% ke 4.749,73.
Penurunan di bursa Asia sebagian besar disebabkan oleh kelemahan yang diamati pada indeks saham global dan S&P 500, yang keduanya mencatat penurunan pertama mereka di tahun 2026. Data dari AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan pasar kerja, yang telah mempertahankan spekulasi pasar tentang potensi dua kali pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini. Spekulasi ini telah menjadi faktor penting yang mempengaruhi pergerakan pasar global.
Dinamika pasar saat ini menunjukkan bahwa investor sedang memantau dengan cermat indikator ekonomi, terutama dari AS, untuk mendapatkan petunjuk tentang keputusan kebijakan moneter di masa depan. Performa bursa Asia hari ini kemungkinan akan dipengaruhi oleh tren ekonomi global yang sedang berlangsung dan sentimen investor.
Asian Markets Decline
US Job Market Weakness
Federal Reserve Rate Cut Speculation