Key insights and market outlook
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) terus memperkuat dukungannya terhadap program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pemerintah, dengan penjaminan KUR sebesar Rp 1.096 triliun kepada 35,8 juta debitur UMKM hingga September 2025. Dukungan ini telah menciptakan 61,8 juta lapangan kerja di seluruh Indonesia. Posisi keuangan Askrindo tetap kuat dengan aset Rp 15,4 triliun dan rasio gearing 7,09 kali per September 2025.
PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), anggota Indonesia Financial Group (IFG), menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pemerintah. Hingga September 2025, Askrindo telah berhasil menjamin pinjaman KUR sebesar Rp 1.096 triliun, menjangkau 35,8 juta debitur UMKM dan menciptakan sekitar 61,8 juta lapangan kerja di seluruh Indonesia. Prestasi ini menegaskan peran Askrindo tidak hanya sebagai perusahaan asuransi tetapi juga sebagai mitra pertumbuhan bagi UMKM.
Posisi keuangan Askrindo tetap kokoh, dengan total aset mencapai Rp 15,4 triliun dan ekuitas sebesar Rp 14 triliun per September 2025. Portofolio penjaminan outstanding perusahaan mencapai Rp 99,5 triliun, dengan rasio gearing 7,09 kali. Metrik keuangan ini menunjukkan kapasitas Askrindo yang kuat untuk terus mendukung program KUR secara nasional.
Program KUR telah menunjukkan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan analisis data IFG Progress, kabupaten yang memanfaatkan KUR sebagai sumber pembiayaan utama menunjukkan pertumbuhan PDB per kapita yang lebih tinggi: 7,2% untuk penerima KUR pertama kali, 5,7% untuk penerima berulang, dan 8,5% untuk wilayah yang menggunakan KUR dan kredit komersial. Data ini menunjukkan bahwa dukungan pembiayaan yang tepat sasaran dapat menjadi penggerak signifikan pembangunan ekonomi lokal.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil pada Q3 2025, dengan BPS melaporkan pertumbuhan 5,04% year-on-year, sedikit lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang sebesar 5,12%. Pertumbuhan ini didukung oleh kinerja ekspor yang kuat, tumbuh 9,91% year-on-year, dan konsumsi pemerintah yang meningkat sebesar 5,49%. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,89%, sementara investasi mencatat peningkatan sebesar 5,04%, mencerminkan momentum ekonomi positif yang berlanjut.
KUR Program Support
MSME Loan Guarantee
Financial Performance Update