Key insights and market outlook
Astra International telah melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui inisiatif Desa Sejahtera Astra, dengan fokus pada empat pilar utama: kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Hingga akhir 2025, program ini telah memberikan manfaat bagi 210.426 individu di berbagai sektor dan mendukung 1.515 kampung/desa. Inisiatif ini berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pedesaan, dengan nilai ekspor tercatat mencapai Rp411 miliar dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang signifikan.
Astra International telah melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui inisiatif Desa Sejahtera Astra, dengan fokus pada empat pilar pembangunan utama: kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan. Pendekatan terintegrasi ini telah menunjukkan dampak signifikan dalam pembangunan komunitas pedesaan di Indonesia.
Pilar kesehatan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program yang menargetkan ibu, anak, dan remaja. Di Desa Sejahtera Astra Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan, inisiatif kesehatan diintegrasikan dengan pengembangan pariwisata melalui edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, peningkatan sanitasi lingkungan, dan pengelolaan kebersihan kawasan wisata. Upaya ini telah menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi masyarakat lokal dan pengunjung.
Inisiatif pendidikan Astra bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program. Di Desa Sejahtera Astra Bumiaji, Kota Batu, ruang belajar komunitas dikembangkan sebagai pusat literasi dan penguatan kapasitas. Program ini menggunakan pendekatan pemberdayaan berbasis komunitas, memungkinkan masyarakat desa tumbuh mandiri dan berkelanjutan. Program literasi digital juga telah dilaksanakan, seperti di Desa Sejahtera Astra Bugisang, Klaten, Jawa Tengah, di mana inisiatif pendidikan digital membantu meningkatkan pendapatan desa sebesar Rp50-60 juta per tahun melalui perluasan pasar dan paket wisata edukasi.
Pilar lingkungan fokus pada restorasi ekosistem dan praktik berkelanjutan berbasis masyarakat. Melalui upaya tokoh masyarakat seperti Ritno Kurniawan di Desa Sejahtera Astra Padang Pariaman, Sumatra Barat, mantan penebang liar berhasil dialihkan menjadi pemandu wisata ekologi. Pengembangan Ekowisata Nyarai telah berhasil mentransformasi sekitar 170 anggota masyarakat, dengan 80% di antaranya mantan penebang liar, menjadi pemandu wisata, menunjukkan keberhasilan konservasi lingkungan yang diiringi dengan peningkatan ekonomi.
Pilar kewirausahaan telah menunjukkan keberhasilan luar biasa dalam meningkatkan potensi ekonomi lokal. Di Desa Sejahtera Astra Semedo, Banyumas, produksi gula semut berbasis komunitas ditingkatkan dari harga Rp2.000-5.000/kg menjadi produk berkualitas ekspor senilai Rp15.000/kg. Kisah sukses lainnya termasuk ekspor produk coffee wood dan coconut rope dari Purworejo senilai Rp43,52 miliar, dan ekspor perdana 5.000 ekor ikan mas sinyonya ke Vietnam dari Pandeglang, Banten. Di Bajawa, Nusa Tenggara Timur, 15 ton kopi diekspor ke Thailand senilai lebih dari Rp1,65 miliar, melibatkan lebih dari 200 petani.
Hingga akhir 2025, program Desa Sejahtera Astra Astra telah mencapai hasil signifikan: memberikan manfaat bagi 210.426 individu, mendukung 1.515 kampung/desa, dan mencatat nilai ekspor sebesar Rp411 miliar. Hasil ini menunjukkan bahwa inisiatif pemberdayaan masyarakat yang konsisten dan kolaboratif dapat menciptakan perubahan positif yang substansial. Astra terus memperkuat program pemberdayaan masyarakatnya, sejalan dengan visi Astra untuk sejahtera bersama bangsa dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Indonesia.
Export Growth in Rural Areas
Community Development Initiatives
Sustainable Business Practices