Key insights and market outlook
PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) memproyeksikan pertumbuhan premi sebesar 3% untuk tahun 2026 dibandingkan tahun 2025, menurut Direktur Utama Hastanto SM Widodo. Target pertumbuhan moderat ini mencerminkan pendekatan hati-hati perusahaan di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi dan fokus pada menjaga kualitas portofolio. Proyeksi ini disampaikan dalam paparan publik pada 19 Desember 2025.
PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI), yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, telah mengumumkan target pertumbuhan premi sebesar 3% untuk tahun 2026, yang menunjukkan pendekatan hati-hati terhadap tahun mendatang. Proyeksi ini, yang diungkapkan oleh Direktur Utama Hastanto SM Widodo dalam paparan publik pada 19 Desember 2025, mencerminkan keputusan strategis perusahaan untuk menyeimbangkan pertumbuhan dengan manajemen risiko di tengah ketidakpastian ekonomi yang ada.
Proyeksi pertumbuhan sebesar 3% ini dianggap moderat dan telah ditentukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor kunci. Pertama, perusahaan sedang menghadapi periode perlambatan ekonomi, yang berpotensi mempengaruhi pengeluaran konsumen dan perilaku investasi. Kedua, Asuransi Bintang memprioritaskan kualitas portofolio bisnisnya, yang menunjukkan pergeseran strategis menuju pertumbuhan yang berkelanjutan daripada ekspansi agresif.
Menurut perusahaan, keputusan untuk menargetkan pertumbuhan 3% didasarkan pada kebutuhan untuk menjaga kehati-hatian dalam manajemen keuangan. Seperti yang dinyatakan oleh Hastanto SM Widodo dalam presentasi, "Untuk tahun 2026, kami menargetkan pertumbuhan premi sekitar 3% dibandingkan dengan kinerja tahun 2025, sambil tetap menjaga pendekatan hati-hati." Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen perusahaan terhadap disiplin keuangan dan strategi mitigasi risiko.
Target pertumbuhan konservatif yang ditetapkan oleh Asuransi Bintang mencerminkan kekhawatiran industri yang lebih luas mengenai stabilitas ekonomi dan perilaku konsumen. Sebagai perusahaan asuransi, kinerja Asuransi Bintang erat kaitannya dengan kondisi ekonomi secara keseluruhan dan kepercayaan konsumen. Pendekatan hati-hati perusahaan dapat dilihat sebagai langkah antisipatif untuk menghadapi potensi tantangan di pasar asuransi selama tahun 2026.
Premium Growth Projection for 2026
Cautious Financial Guidance