Key insights and market outlook
Pesawat ATR 42-500 yang terlibat dalam insiden di Maros diperkirakan bernilai sekitar US$ 12,1 juta atau Rp 204,33 miliar. Pesawat turboprop ini, yang pertama kali diproduksi pada 1994, memiliki kecepatan jelajah maksimum 556 km/jam dan berat lepas landas maksimum 18.600 kg. Pesawat ini membutuhkan 1.165 meter untuk lepas landas dan 964 meter untuk mendarat. Biaya operasional bervariasi tergantung pada penggunaan tahunan.
Pesawat ATR 42-500 yang terlibat dalam insiden di Maros diperkirakan bernilai sekitar US$ 12,1 juta atau Rp 204,33 miliar menurut Aero Corner. Pesawat turboprop ini pertama kali diproduksi pada 1994 dan dikirimkan pada akhir 1995.
Pesawat ini membutuhkan panjang landasan 1.165 meter untuk lepas landas dan 964 meter untuk mendarat. Spesifikasi ini membuatnya cocok untuk operasi regional. Biaya operasional rata-rata per jam dapat bervariasi signifikan berdasarkan tingkat penggunaan tahunan.
Memahami aspek finansial pesawat seperti ATR 42-500 sangat penting bagi operator dan investor di sektor penerbangan. Valuasi dan karakteristik operasional memberikan wawasan tentang kelayakan ekonomi mempertahankan pesawat tersebut dalam layanan komersial.
Aircraft Incident in Maros
ATR 42-500 Valuation Disclosure