Key insights and market outlook
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaporkan realisasi anggaran sebesar 75,01% hingga akhir Kuartal III 2025, yaitu sebesar Rp 4,79 triliun dari anggaran efektif Rp 6,39 triliun. Realisasi ini dipengaruhi oleh pembukaan blokir efisiensi anggaran sebesar Rp 578 miliar pada September 2025, yang memungkinkan adanya tambahan belanja. Tantangan pada kegiatan kontraktual yang dibiayai pinjaman World Bank juga mempengaruhi tingkat realisasi.
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melaporkan realisasi anggaran sebesar 75,01% hingga akhir kuartal ketiga tahun 2025. Ini berarti Rp 4,79 triliun dari total pagu anggaran sebesar Rp 6,97 triliun. Anggaran efektif menjadi Rp 6,39 triliun setelah memperhitungkan blokir efisiensi anggaran sebesar Rp 578 miliar.
Pencapaian realisasi anggaran 75% dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pertama, pembukaan blokir efisiensi anggaran pada September 2025 memungkinkan adanya tambahan belanja di kuartal sisa tahun. Menteri Nusron Wahid menjelaskan bahwa pembukaan blokir ini memaksa dilakukannya percepatan belanja. Kedua, beberapa kegiatan kontraktual yang dibiayai pinjaman World Bank mengalami keterlambatan karena memerlukan persetujuan dari World Bank untuk proses pengadaan. Salah satu keterlambatan terjadi pada penyusunan RDTR (Rencana Detail Tata Ruang), yang diprotes oleh salah satu peserta dan kemudian ditinjau ulang oleh World Bank.
Tingkat realisasi anggaran mencerminkan tantangan yang dihadapi ATR/BPN serta langkah-langkah adaptif untuk mencapai target keuangan. Kemampuan kementerian untuk mempercepat belanja setelah pembukaan blokir anggaran menunjukkan fleksibilitas dalam manajemen keuangan. Namun, keterlambatan pada proyek yang dibiayai World Bank menyoroti kompleksitas dalam mengelola inisiatif yang dibiayai eksternal.
Budget Realization Report Q3 2025
Lifting of Budget Efficiency Blockage