Key insights and market outlook
Dolar Australia menguat ke level tertinggi dalam 15 bulan terhadap dolar AS, didorong oleh data inflasi campuran yang mempertahankan kemungkinan kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) dalam waktu dekat. Laporan inflasi menunjukkan harga konsumen tidak berubah pada November untuk bulan kedua berturut-turut, sementara laju inflasi tahunan melambat menjadi 3,4% dari 3,8% di Oktober.
Dolar Australia mencapai level tertinggi dalam 15 bulan selama sesi perdagangan Rabu, didorong oleh gambaran inflasi yang kompleks sehingga mempertahankan ekspektasi pasar akan potensi penyesuaian suku bunga oleh Bank Sentral Australia. Kekuatan mata uang ini semakin menonjol dengan mencapai level tertinggi 12 tahun terhadap dolar Selandia Baru.
Indeks harga konsumen terbaru menunjukkan bahwa inflasi Australia tetap tidak berubah selama dua bulan berturut-turut di November. Secara tahunan, laju inflasi melambat menjadi 3,4% dari sebelumnya 3,8% di Oktober. Data inflasi campuran ini menciptakan outlook yang kompleks untuk kebijakan moneter, dengan pasar kini menilai kemungkinan keputusan suku bunga di masa depan.
Keputusan kebijakan Bank Sentral Australia di masa depan kini berada di bawah pengawasan ketat setelah rilis data inflasi. Sementara angka bulanan yang stabil menunjukkan pertumbuhan harga yang terkendali, penurunan inflasi tahunan tetap mempertahankan kemungkinan penyesuaian kebijakan moneter lebih lanjut. Pelaku pasar memantau sinyal dari RBA mengenai potensi kenaikan suku bunga yang dapat mempengaruhi valuasi mata uang dan kondisi ekonomi secara lebih luas.
Australian Inflation Data Release
Currency Market Reaction
RBA Rate Hike Expectations