Key insights and market outlook
Emiten pertambangan dan energi Grup Bakrie menunjukkan kinerja beragam di Kuartal III-2025. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami penurunan pendapatan 17,4% yoy menjadi $3,55 miliar, sementara PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat peningkatan pendapatan 69% yoy menjadi $183,59 juta, didorong oleh kenaikan harga emas global. Hasil yang bervariasi ini menyoroti tantangan berbeda yang dihadapi operasi pertambangan batubara versus emas di pasar saat ini.
Perusahaan tambang dan energi Grup Bakrie melaporkan hasil keuangan yang beragam untuk kuartal ketiga 2025, mencerminkan tantangan berbeda dalam sektor ini. PT Bumi Resources Tbk (BUMI), anak perusahaan yang bergerak di pertambangan batubara, mengalami penurunan pendapatan sebesar 17,4% year-on-year (yoy) menjadi $3,55 miliar. Penurunan ini disertai dengan penurunan laba bersih yang signifikan, yaitu 76,1% yoy menjadi $29,4 juta. Kinerja yang buruk ini disebabkan oleh kondisi pasar batubara yang lesu.
Sebaliknya, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), anak perusahaan yang fokus pada pertambangan emas, melaporkan peningkatan pendapatan dan laba bersih yang luar biasa. Pendapatan melonjak 69% yoy menjadi $183,59 juta, sementara laba bersih meningkat 129% yoy menjadi $37,62 juta. Kinerja yang kuat ini terutama didorong oleh kenaikan harga emas global selama kuartal tersebut.
Meski hasil keuangan beragam, kedua perusahaan tetap optimis tentang prospek masa depan mereka. Grup Bakrie terus menjalankan strategi ekspansi agresif, yang diharapkan akan memberikan hasil positif dalam jangka panjang. Perbedaan kinerja BUMI dan BRMS menyoroti dampak berbeda dari fluktuasi harga komoditas pada berbagai segmen sektor pertambangan. Ketika kondisi pasar terus berkembang, portofolio yang terdiversifikasi Grup Bakrie kemungkinan akan memainkan peran penting dalam menjaga keunggulan kompetitifnya.
Q3 2025 Financial Results
Commodity Price Impact