Key insights and market outlook
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) telah mendirikan anak usaha baru bernama PT Samudra Mega Utama (SMU) untuk mengembangkan kawasan PIK2. Perusahaan baru ini didirikan pada 9 Desember 2025 dengan CBDK memiliki saham 99,6% melalui anak usahanya PT Agung Surya Gemerlap (ASGE). Saham CBDK naik 1,88% menjadi Rp 9.457 pada pukul 11.59 WIB tanggal 17 Desember 2025.
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), perusahaan pengembang properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, telah mengambil langkah signifikan dalam memperluas operasinya dengan mendirikan anak usaha baru bernama PT Samudra Mega Utama (SMU). Entitas baru ini secara resmi didaftarkan pada 9 Desember 2025, sebagaimana diungkapkan dalam keterbukaan informasi CBDK tertanggal 16 Desember 2025.
CBDK memiliki saham 99,6% di anak usaha baru ini melalui anak usahanya yang sudah ada, PT Agung Surya Gemerlap (ASGE). Struktur kepemilikan berlapis ini menunjukkan pendekatan strategis CBDK dalam mengelola ekspansi bisnisnya sambil mempertahankan kontrol atas berbagai proyek pengembangannya.
PT Samudra Mega Utama yang baru didirikan ini diberi wewenang untuk melakukan berbagai aktivitas bisnis sebagaimana tercantum dalam akta pendiriannya. Aktivitas ini meliputi:
Pengumuman tentang anak usaha baru ini berdampak positif pada kinerja saham CBDK. Pada pukul 11.59 WIB tanggal 17 Desember 2025, saham CBDK naik 1,88% menjadi Rp 9.457 per saham. Reaksi pasar ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap rencana ekspansi strategis CBDK dan potensinya untuk menciptakan nilai melalui usaha baru.
Pendirian PT Samudra Mega Utama merupakan bagian dari strategi CBDK yang lebih luas untuk mengembangkan kawasan PIK2, yang diharapkan dapat berkontribusi pada prospek pertumbuhan perusahaan. Dengan menciptakan entitas khusus untuk tujuan ini, CBDK memposisikan diri untuk memanfaatkan peluang yang muncul di sektor pengembangan properti sambil mempertahankan pendekatan terstruktur terhadap berbagai inisiatif bisnisnya.
New Subsidiary Establishment
Business Expansion in PIK2 Area