Key insights and market outlook
Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) telah menyiapkan Rp162,58 miliar untuk membayar pokok Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2020 Seri A yang jatuh tempo besok. Dana tersebut ditempatkan pada Bank Indonesia. Obligasi ini diterbitkan pada 17 November 2020 dengan tingkat bunga 8,50% dan merupakan bagian dari penawaran Rp1 triliun.
Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), yang dikenal sebagai Bank BJB, telah mengonfirmasi bahwa mereka telah menyisihkan Rp162,58 miliar untuk membayar Obligasi Subordinasi Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2020 Seri A yang jatuh tempo pada 17 November 2025. Persiapan keuangan ini telah dikomunikasikan secara resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 Oktober 2025, sebagai bagian dari kewajiban perusahaan untuk memberikan informasi menjelang jatuh tempo obligasi.
Obligasi subordinasi yang diterbitkan pada 17 November 2020 ini memiliki tingkat bunga tetap 8,50% per tahun. Obligasi ini merupakan bagian dari penawaran obligasi subordinasi berkelanjutan senilai Rp1 triliun yang dibagi menjadi dua seri. Seri A yang jatuh tempo besok bernilai Rp162,58 miliar, sementara Seri B senilai Rp337,42 miliar dengan tingkat bunga 9% akan jatuh tempo pada tahun 2027.
Per 30 September 2025, Bank BJB melaporkan bahwa posisi keuangannya sesuai dengan peraturan yang berlaku, sehingga memastikan kemampuannya untuk memenuhi pembayaran obligasi yang akan jatuh tempo. Manajemen likuiditas dan pendanaan jangka panjang Bank BJB melalui penerbitan obligasi menunjukkan pendekatan strategis terhadap perencanaan keuangan dan manajemen modal.
Bond Maturity
Debt Repayment