Key insights and market outlook
Bank Indonesia (BI) telah meningkatkan kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar 13% menjadi Rp327,45 triliun per 16 Desember 2025, naik dari Rp289,91 triliun pada November 2025. Peningkatan signifikan ini terutama disebabkan oleh program debt switching dengan pemerintah yang mencapai Rp241,99 triliun. Langkah ini merupakan bagian dari ekspansi likuiditas BI dan mendukung operasi moneter sekaligus membantu pengelolaan profil utang pemerintah.
Bank Indonesia telah meningkatkan kepemilikan Surat Berharga Negara (SBN) secara signifikan menjadi Rp327,45 triliun per 16 Desember 2025, yang merupakan peningkatan sebesar 13% dari total bulan sebelumnya sebesar Rp289,91 triliun. Langkah strategis ini terutama didorong oleh program debt switching dengan pemerintah, yang mencapai Rp241,99 triliun dari total kepemilikan SBN.
Mekanisme debt switching melibatkan pembelian utang pemerintah yang telah jatuh tempo dan menggantinya dengan sekuritas baru yang memiliki tenor lebih panjang. Pendekatan ini tidak hanya membantu pengelolaan profil utang pemerintah tetapi juga mendukung manajemen likuiditas dan operasi moneter Bank Indonesia. Menurut Gubernur BI Perry Warjiyo, langkah ini merupakan bagian dari upaya bank sentral untuk memperluas likuiditas dalam sistem keuangan.
Peningkatan kepemilikan SBN oleh Bank Indonesia memiliki beberapa implikasi bagi lanskap keuangan Indonesia. Pertama, meningkatkan kemampuan bank sentral untuk melakukan operasi moneter secara efektif. Kedua, membantu menjaga kesehatan profil utang pemerintah dengan restrukturisasi kewajiban yang ada menjadi sekuritas jangka panjang. Upaya terkoordinasi antara BI dan pemerintah ini menunjukkan pendekatan proaktif dalam pengelolaan keuangan selama periode kritis.
Debt switching merupakan praktik umum di pasar keuangan global dan domestik, digunakan untuk manajemen portofolio dan menjaga likuiditas. Pemerintah Indonesia, bekerjasama dengan Bank Indonesia, telah memanfaatkan mekanisme ini untuk mengoptimalkan pengelolaan utang. Transaksi terkini merupakan bagian dari perjanjian yang lebih luas untuk menangani utang Rp100 triliun dari burden sharing era pandemi yang jatuh tempo pada 2025. Dengan melakukan debt switch, kedua pihak bertujuan untuk menjaga portofolio SBN yang seimbang dan meningkatkan likuiditas pasar.
SBN Purchase Increase
Debt Switching Program Implementation