Key insights and market outlook
Bank Indonesia (BI) memperluas operasi moneter valuta asing (valas) dengan memasukkan instrumen Yuan China (CNY) dan Yen Jepang (JPY). Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada dolar AS dan memperkuat pasar valas domestik. Perkembangan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas transaksi Local Currency Transaction (LCT) dan mendukung aktivitas perdagangan dengan China yang terus tumbuh, di mana transaksi LCT telah mencapai US$1 miliar per bulan. Instrumen baru ini memungkinkan pelaku usaha melakukan transaksi dalam CNY secara langsung tanpa harus mengonversi ke USD terlebih dahulu.
Bank Indonesia (BI) mengambil langkah signifikan dengan memperluas operasi moneter valuta asing dengan memasukkan instrumen dalam Yuan China (CNY) dan Yen Jepang (JPY). Langkah strategis ini bertujuan mengurangi tekanan dolar AS dalam transaksi domestik dan memperkuat pasar valas lokal. Menurut Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti, perluasan ini akan meningkatkan efektivitas transaksi Local Currency Transaction (LCT) yang telah menunjukkan pertumbuhan luar biasa.
Mekanisme LCT telah menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan transaksi mencapai sekitar US$1 miliar per bulan dalam transaksi dengan China. Meskipun volume transaksi ini besar, kebutuhan CNY di pasar domestik belum sepenuhnya terpenuhi, sehingga BI melihat peluang untuk memperkenalkan instrumen denominasi CNY. Dengan ini, pelaku usaha dapat melakukan transaksi CNY secara langsung tanpa harus mengonversi ke USD terlebih dahulu, sehingga mengurangi tekanan terhadap dolar AS.
Pengenalan instrumen CNY dan JPY merupakan bagian dari strategi BI untuk mengembangkan pasar valas domestik. Dengan memperluas instrumen yang tersedia, termasuk transaksi spot, forward, dan swap dalam mata uang tersebut, BI bertujuan menciptakan pasar valas yang lebih efisien dan kuat. Langkah ini diharapkan dapat mendukung aktivitas perdagangan dan investasi antara Indonesia dan mitra dagang utamanya, khususnya China dan Jepang.
BI optimis bahwa perkembangan ini akan berdampak positif pada stabilitas dan kekuatan Rupiah (IDR) dalam jangka panjang. Dengan mengurangi ketergantungan pada USD dan mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi internasional, BI berupaya menciptakan pasar valas yang lebih tangguh dan beragam.
BI Expands FX Instruments to CNY and JPY
LCT Growth Acceleration
USD Pressure Reduction Strategy