Bank Indonesia Introduces New Incentives to Boost Credit Growth and Lower Banking Interest Rates
Back
Back
5
Impact
3
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 1
Sources1 verified

Bank Indonesia Meluncurkan Insentif Baru untuk Meningkatkan Pertumbuhan Kredit dan Menurunkan Suku Bunga Perbankan

Tim Editorial AnalisaHub·1 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Bank Indonesia (BI) akan memberlakukan insentif kebijakan makroprudensial (Kebijakan Likuiditas Makroprudensial/KLM) baru yang efektif mulai 1 Desember 2025, untuk mendorong pertumbuhan kredit dan mempercepat transmisi suku bunga. Insentif tersebut meliputi 5% dari dana pihak ketiga (DPK) melalui jalur pinjaman dan hingga 0,5% dari DPK melalui jalur suku bunga. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mendorong bank-bank untuk menyalurkan lebih banyak kredit dan menyesuaikan suku bunga mereka sesuai dengan arah kebijakan BI, khususnya di empat sektor prioritas.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Bank Indonesia Memperkuat Insentif Makroprudensial untuk Meningkatkan Pertumbuhan Kredit

Skema Insentif Baru

Bank Indonesia (BI) memperkenalkan insentif kebijakan makroprudensial yang ditingkatkan (KLM) efektif mulai 1 Desember 2025, yang dirancang untuk merangsang pertumbuhan kredit dan mempercepat transmisi kebijakan moneter ke suku bunga perbankan. Insentif baru ini akan disalurkan melalui dua mekanisme utama: saluran pinjaman dan saluran suku bunga.

Insentif Saluran Pinjaman

Skema saluran pinjaman dirancang untuk memberikan bank likuiditas yang lebih besar untuk menyalurkan kredit sesuai dengan komitmen pertumbuhan mereka. BI melaporkan pertumbuhan kredit mencapai 7,7% tahun-ke-tahun pada September 2025, namun bank sentral berupaya untuk lebih mendorong pertumbuhan ini. Insentif akan diberikan di muka berdasarkan komitmen penyaluran kredit yang dilaporkan oleh bank, yang merupakan penilaian ke depan.

Insentif Saluran Suku Bunga

BI juga menawarkan insentif tambahan melalui saluran suku bunga untuk mendorong transmisi yang lebih cepat dari perubahan suku bunga acuan ke suku bunga perbankan. Meskipun BI Rate dipotong sebesar 150 basis poin selama tahun lalu, suku bunga kredit perbankan hanya turun sebesar 15 basis poin. Struktur insentif didasarkan pada elastisitas suku bunga kredit terhadap BI Rate, dengan bank yang menunjukkan elastisitas yang lebih tinggi menerima insentif yang lebih besar.

Detail Utama Struktur Insentif

  1. Saluran Pinjaman: Hingga 5% dari Dana Pihak Ketiga (DPK)
  2. Saluran Suku Bunga: Hingga 0,5% dari DPK
  3. Insentif Potensial Total: Maksimum 5,5% dari DPK
  4. Kriteria Kelayakan: Berdasarkan komitmen pertumbuhan kredit dan kecepatan penyesuaian suku bunga

Dampak dan Tujuan

Tujuan utama dari insentif ini adalah untuk memastikan bank memiliki likuiditas yang cukup untuk mendukung ekspansi kredit, terutama di empat sektor prioritas. Dengan memberikan insentif ini, BI bertujuan untuk merangsang pertumbuhan kredit yang lebih kuat dan meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter. Misalnya, sebuah bank dengan DPK sebesar Rp 100 triliun dapat menerima insentif hingga Rp 5,5 triliun, yang secara signifikan meningkatkan likuiditas mereka untuk penyaluran kredit.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
11 min
Sources
1 verified
Related Stocks
BMRIBBCABBRIIHSG

Topics Covered

Monetary Policy ImplementationBanking Sector LiquidityCredit Growth StimulationInterest Rate TransmissionIndonesian Financial Market

Key Events

1

New Macroprudential Incentives Introduction

2

Credit Growth Stimulation Measures

3

Interest Rate Transmission Enhancement

Timeline from 1 verified sources