Key insights and market outlook
Bank Indonesia (BI) akan memberlakukan insentif kebijakan makroprudensial (Kebijakan Likuiditas Makroprudensial/KLM) baru yang efektif mulai 1 Desember 2025, untuk mendorong pertumbuhan kredit dan mempercepat transmisi suku bunga. Insentif tersebut meliputi 5% dari dana pihak ketiga (DPK) melalui jalur pinjaman dan hingga 0,5% dari DPK melalui jalur suku bunga. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mendorong bank-bank untuk menyalurkan lebih banyak kredit dan menyesuaikan suku bunga mereka sesuai dengan arah kebijakan BI, khususnya di empat sektor prioritas.
Bank Indonesia (BI) memperkenalkan insentif kebijakan makroprudensial yang ditingkatkan (KLM) efektif mulai 1 Desember 2025, yang dirancang untuk merangsang pertumbuhan kredit dan mempercepat transmisi kebijakan moneter ke suku bunga perbankan. Insentif baru ini akan disalurkan melalui dua mekanisme utama: saluran pinjaman dan saluran suku bunga.
Skema saluran pinjaman dirancang untuk memberikan bank likuiditas yang lebih besar untuk menyalurkan kredit sesuai dengan komitmen pertumbuhan mereka. BI melaporkan pertumbuhan kredit mencapai 7,7% tahun-ke-tahun pada September 2025, namun bank sentral berupaya untuk lebih mendorong pertumbuhan ini. Insentif akan diberikan di muka berdasarkan komitmen penyaluran kredit yang dilaporkan oleh bank, yang merupakan penilaian ke depan.
BI juga menawarkan insentif tambahan melalui saluran suku bunga untuk mendorong transmisi yang lebih cepat dari perubahan suku bunga acuan ke suku bunga perbankan. Meskipun BI Rate dipotong sebesar 150 basis poin selama tahun lalu, suku bunga kredit perbankan hanya turun sebesar 15 basis poin. Struktur insentif didasarkan pada elastisitas suku bunga kredit terhadap BI Rate, dengan bank yang menunjukkan elastisitas yang lebih tinggi menerima insentif yang lebih besar.
Tujuan utama dari insentif ini adalah untuk memastikan bank memiliki likuiditas yang cukup untuk mendukung ekspansi kredit, terutama di empat sektor prioritas. Dengan memberikan insentif ini, BI bertujuan untuk merangsang pertumbuhan kredit yang lebih kuat dan meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter. Misalnya, sebuah bank dengan DPK sebesar Rp 100 triliun dapat menerima insentif hingga Rp 5,5 triliun, yang secara signifikan meningkatkan likuiditas mereka untuk penyaluran kredit.
New Macroprudential Incentives Introduction
Credit Growth Stimulation Measures
Interest Rate Transmission Enhancement