Key insights and market outlook
Bank Indonesia (BI) mempertahankan sikap kebijakan moneter yang akomodatif, membuka peluang untuk penurunan BI Rate lebih lanjut di 2025 jika ketidakpastian ekonomi global terus berlanjut. Gubernur BI Perry Warjiyo menekankan bahwa inflasi yang terkendali memberikan ruang untuk pengenduran moneter tambahan guna mendukung pertumbuhan ekonomi sembari menjaga stabilitas. Bank sentral akan terus memantau kondisi ekonomi global dan mengimplementasikan berbagai langkah kebijakan termasuk ekspansi likuiditas dan intervensi pasar valas.
Bank Indonesia (BI) tetap membuka opsi kebijakan moneter untuk tahun 2025, memberi sinyal kemungkinan penurunan BI Rate lebih lanjut jika kondisi ekonomi global membutuhkan stimulus tambahan. Gubernur Perry Warjiyo menekankan bahwa dengan inflasi yang terkendali, ada ruang untuk langkah-langkah pengenduran moneter tambahan. Bank sentral ini memberikan panduan ke depan yang menunjukkan fokus berkelanjutan pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas.
BI mengimplementasikan pendekatan multi-aspek dalam manajemen moneter:
Proses pengambilan keputusan bank sentral dipandu oleh dua faktor utama:
Gubernur BI Perry Warjiyo menekankan bahwa bank akan mempertahankan ekspansi likuiditas pro-pasar untuk mendukung efektivitas penurunan suku bunga dan memperdalam pasar uang. Institusi ini juga bekerja untuk memperluas instrumen cadangan devisa, termasuk penempatan DHE SDA.
Potential BI Rate Cut in 2025
Monetary Policy Easing Signal
Liquidity Expansion Plan