Key insights and market outlook
Bank Indonesia (BI) diprediksi akan melakukan pemangkasan suku bunga BI rate sebanyak dua kali di tahun 2026, total 50 basis poin, menurut analis. Ini mengikuti pemangkasan 125 basis poin yang sudah dilakukan tahun ini, sehingga BI rate saat ini menjadi 4,75%. Perkiraan ini menunjukkan pendekatan yang seimbang antara stimulasi pertumbuhan dan stabilitas mata uang di tengah ketidakpastian global.
Bank Indonesia diperkirakan akan melanjutkan kebijakan moneter longgar di tahun 2026 dengan prakiraan dua kali pemangkasan suku bunga total 50 basis poin. Proyeksi ini muncul setelah BI sudah melakukan pemangkasan 125 basis poin sejak awal tahun ini, menjadikan BI rate saat ini 4,75%.
Dian Ayu Yustina, Kepala Riset Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Mandiri, menyatakan bahwa BI kemungkinan akan mempertahankan pendekatan seimbang antara mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas mata uang. Analisis ini mempertimbangkan kondisi ekonomi domestik dan faktor global, terutama ketidakpastian seputar keputusan Fed Funds Rate (FFR).
Minggu-minggu terakhir menunjukkan tekanan signifikan terhadap Rupiah karena ketidakpastian global dan perubahan ekspektasi tentang pemangkasan FFR, dengan probabilitas pemangkasan meningkat hingga hampir 90%. Tekanan mata uang ini menjadi faktor penting dalam keputusan kebijakan BI di 2026.
Pemangkasan suku bunga yang diprediksi menunjukkan sikap moneter akomodatif yang berlanjut dari BI, bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi sambil mengelola inflasi dan stabilitas mata uang. Keseimbangan antara faktor-faktor ini akan sangat krusial dalam membentuk keputusan kebijakan BI di tahun mendatang.
Predicted BI Rate Cuts in 2026
Current BI Rate at 4.75%
Global Economic Uncertainty Impact