Key insights and market outlook
Bank Indonesia (BI) menargetkan transaksi pasar uang harian mencapai Rp81 triliun dan transaksi valuta asing sebesar US$18 miliar pada 2030. Untuk mencapainya, BI akan meningkatkan infrastruktur pasar, mendorong transformasi digital, dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan pelaku industri. Bank sentral berencana meningkatkan transaksi melalui instrumen seperti repo dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) sembari mengembangkan Integrated Digital Center dengan kapabilitas AI.
Bank Indonesia (BI) terus mengintensifkan upaya untuk memperdalam pasar uang dan valuta asing Indonesia sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk mendukung pembiayaan ekonomi nasional. Gubernur BI Perry Warjiyo menguraikan target ambisius bank sentral selama Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2025. Pada 2030, BI menargetkan transaksi pasar uang harian mencapai Rp81 triliun dan transaksi pasar valuta asing sebesar US$18 miliar.
Untuk mencapai target ini, BI menerapkan beberapa strategi utama. Pertama, bank sentral fokus pada peningkatan volume transaksi melalui instrumen keuangan tertentu. Ini termasuk promosi penggunaan repurchase agreement (repo) dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) untuk menciptakan struktur suku bunga yang lebih efisien di pasar. Kedua, BI memperkuat pelaku pasar melalui pengembangan infrastruktur dan peningkatan teknologi. Bank sentral berupaya mengintegrasikan sistemnya dengan teknologi terkini untuk menciptakan ekosistem pasar keuangan yang lebih kuat.
Komponen penting strategi BI melibatkan transformasi digital. Bank sentral mengembangkan Integrated Digital Center yang didukung oleh pusat data canggih dan kapabilitas artificial intelligence (AI). Infrastruktur digital ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional dan memberikan dukungan yang lebih baik bagi pelaku pasar. Selain itu, BI menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), dan asosiasi industri, untuk memastikan upaya terkoordinasi dalam pembiayaan ekonomi.
Gubernur BI Perry Warjiyo juga menyoroti komitmen bank sentral terhadap peningkatan akuntabilitas dan transparansi. Bank sentral berencana mempertahankan pelaporan kinerja yang ketat kepada Presiden dan DPR, sambil meningkatkan transparansi publik mengenai operasi dan kebijakannya. Fokus ganda pada kinerja dan transparansi ini dirancang untuk membangun kepercayaan dan memastikan upaya BI selaras dengan tujuan ekonomi nasional.
2030 Financial Market Targets Announcement
Digital Transformation Initiative Launch