Bank Indonesia to Disburse Rp423 Trillion Incentive Starting December 2025
Back
Back
7
Impact
6
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 4
Sources1 verified

Bank Indonesia Akan Menggelontorkan Insentif Rp423 Triliun Mulai Desember 2025

Tim Editorial AnalisaHub·4 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Bank Indonesia (BI) akan melanjutkan kebijakan makroprudensial longgar di 2026, dengan target pertumbuhan kredit 8-12% melalui insentif Rp423 triliun mulai Desember 2025. Gubernur BI Perry Warjiyo mengumumkan bahwa bank akan menerima insentif likuiditas untuk menurunkan suku bunga lebih cepat. Kebijakan ini bertujuan mendorong pertumbuhan kredit, terutama di sektor yang diprioritaskan pemerintah.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Bank Indonesia Dorong Pertumbuhan Kredit dengan Program Insentif Rp423 Triliun

Kebijakan Makroprudensial untuk 2026

Bank Indonesia (BI) berencana melanjutkan kebijakan makroprudensial longgar sepanjang 2026, dengan target pertumbuhan kredit antara 8% hingga 12% di tahun mendatang. Untuk mencapai target ini, BI akan meluncurkan program insentif senilai Rp423 triliun yang efektif mulai Desember 2025.

Fitur Utama Program Insentif

Program insentif ini dirancang untuk mendorong bank-bank menurunkan suku bunga pinjaman lebih cepat. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa bank yang menunjukkan penurunan suku bunga lebih cepat akan menerima insentif likuiditas makroprudensial. Langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya BI untuk merangsang aktivitas ekonomi melalui peningkatan ketersediaan kredit.

Rasionalisasi dan Implementasi Kebijakan

Keputusan ini diumumkan pada Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) tanggal 28 November 2025, yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto. Warjiyo menekankan bahwa insentif likuiditas makroprudensial akan difokuskan untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor-sektor strategis pemerintah. Implementasi segera di Desember 2025 menandai percepatan program insentif.

Inisiatif Stabilitas Keuangan yang Lebih Luas

Selain inisiatif pertumbuhan kredit, BI sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) akan bekerja sama dengan regulator keuangan lainnya termasuk Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk memperkuat pengawasan sistem keuangan dan menjaga stabilitas. Pendekatan terkoordinasi ini bertujuan untuk merangsang pertumbuhan kredit sekaligus memastikan stabilitas keseluruhan sistem keuangan.

Dampak Pasar dan Harapan

Pengenalan program insentif yang substansial ini diharapkan berdampak positif pada aktivitas pinjaman di sektor perbankan. Dengan memberikan insentif keuangan bagi bank untuk menurunkan suku bunga, BI bertujuan membuat kredit lebih mudah diakses dan terjangkau bagi bisnis dan konsumen, yang berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi dalam jangka pendek hingga menengah.

Original Sources
03

Source References

Click any source to view the original article in a new tab

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
12 min
Sources
1 verified

Topics Covered

Monetary PolicyCredit GrowthFinancial Incentives

Key Events

1

Rp423 Trillion Incentive Program Launch

2

Macroprudential Policy Expansion

Timeline from 1 verified sources