Key insights and market outlook
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim resmi ditunjuk sebagai pemegang saham pengendali kedua dan induk kelompok usaha bank PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) atau Bank Banten setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Keputusan ini, efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menandai langkah konsolidasi penting di sektor perbankan regional Indonesia. Bank Jatim mengakuisisi 27,51 juta saham (275.119 lot) seharga Rp27 per saham pada November 2025, senilai total Rp742,82 miliar.
Dalam langkah strategis untuk memperkuat kerja sama perbankan regional, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim telah resmi ditunjuk sebagai pemegang saham pengendali kedua dan induk kelompok usaha bank dari PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) atau Bank Banten. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 2 Desember 2025.
Penunjukan ini tunduk pada persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan OJK No. 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. Regulasi ini memastikan bahwa transaksi signifikan tersebut mematuhi pedoman konsolidasi perbankan yang ditetapkan. RUPSLB juga menyetujui rencana pemulihan Bank Banten untuk tahun 2026, sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Pada November 2025, Bank Jatim mengakuisisi 27,51 juta saham (275.119 lot) Bank Banten dengan harga Rp27 per saham, senilai total Rp742,82 miliar. Transaksi ini dilakukan di pasar sekunder sebagai bagian dari pembentukan Induk Kelompok Usaha Bank (KUB) antara Bank Jatim dan Bank Banten. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi operasional dan memperkuat posisi pasar kedua bank.
Konsolidasi ini diperkirakan akan memberikan beberapa manfaat, termasuk peningkatan efisiensi operasional, pengelolaan risiko yang lebih baik, dan peningkatan daya saing pasar bagi kedua institusi. Dengan peran barunya, Bank Jatim kemungkinan akan mendorong inisiatif strategis untuk mengoptimalkan sumber daya dan memperluas layanan dalam kelompok perbankan.
Banking Group Formation
Share Acquisition
Consolidation Approval