Key insights and market outlook
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) menyuntikkan modal masing-masing Rp100 miliar ke Bank Lampung dan Bank Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) sebagai bagian dari pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB). Penyertaan modal yang totalnya Rp200 miliar ini mengikuti investasi sebelumnya di Bank NTT dan Bank NTB Syariah. Langkah ini merupakan bagian dari strategi konsolidasi di bawah regulasi OJK, dengan Bank Jatim juga melakukan pembelian saham Bank Banten senilai Rp742,82 juta untuk memperkuat struktur KUB.
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), atau Bank Jatim, telah melakukan penyertaan modal signifikan ke dua bank regional: Bank Lampung dan Bank Sulawesi Tenggara (Bank Sultra). Perusahaan mengumumkan telah menginvestasikan masing-masing Rp100 miliar di kedua bank tersebut, sehingga totalnya mencapai Rp200 miliar. Langkah ini merupakan bagian dari pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Penyertaan modal dilakukan pada 10 dan 11 November 2025 masing-masing untuk Bank Sultra dan Bank Lampung. Langkah strategis ini sejalan dengan POJK No.12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank. Investasi ini akan memperkuat basis modal kedua bank dan menghasilkan pelaporan keuangan konsolidasi untuk Bank Jatim. Transaksi ini telah disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham sebelumnya (RUPST 2023 untuk Bank Lampung dan RUPSLB 2024 untuk Bank Sultra) dan telah mendapatkan persetujuan regulasi dari OJK.
Penyertaan modal ini mengikuti investasi sebelumnya oleh Bank Jatim di bank regional lain. Pada 30 September 2025, Bank Jatim menginvestasikan Rp100 miliar di Bank NTT, dan pada 15 Agustus 2024, jumlah yang sama diinvestasikan di Bank NTB Syariah. Selain itu, pada 5 November 2025, Bank Jatim membeli saham Bank Banten senilai Rp742,82 juta melalui pasar sekunder, dengan mengakuisisi 27.511.900 saham pada harga Rp27 per lembar. Pembelian ini juga merupakan bagian dari strategi pembentukan KUB.
Pembentukan KUB ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas dan daya saing bank-bank yang berpartisipasi. Bank Banten dijadwalkan akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 November 2025, dengan agenda termasuk persetujuan Bank Jatim sebagai Pemegang Saham Pengendali dan perusahaan induk KUB. Konsolidasi ini diharapkan menciptakan grup perbankan yang lebih kuat dalam lanskap perbankan regional Indonesia.
Capital Injection into Regional Banks
KUB Formation Progress
Strategic Investment in Bank Banten