Bank Mandiri Achieves Strong Growth in Credit and Deposits as 2025 Nears Close
Back
Back
7
Impact
5
Urgency
Sentiment Analysis
BearishPositiveBullish
PublishedDec 16
Sources2 verified

Bank Mandiri Catat Pertumbuhan Kredit dan DPK yang Kuat Menjelang Akhir 2025

Tim Editorial AnalisaHub·16 Desember 2025
Executive Summary
01

Executive Summary

Key insights and market outlook

Bank Mandiri (BMRI) melaporkan pertumbuhan dua digit pada penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjelang akhir 2025. Hingga November 2025, kredit bank tumbuh 13,1% tahunan menjadi Rp1.452 triliun, sementara DPK meningkat 15,9% YoY menjadi Rp1.584 triliun. Bank mempertahankan posisi likuiditas yang sehat dengan LDR sekitar 91%. Meski menghadapi tantangan operasional, Mandiri berhasil melakukan perbaikan efisiensi dengan penurunan beban operasional sebesar 20,2% bulanan.

Full Analysis
02

Deep Dive Analysis

Bank Mandiri Laporkan Pertumbuhan Kredit dan DPK yang Kuat di 2025

Ekspansi Dua Digit pada Metrik Keuangan Utama

Bank Mandiri (BMRI) telah mencapai pertumbuhan signifikan dalam operasi perbankan intinya menjelang akhir 2025. Portofolio kredit bank ini berkembang sebesar 13,1% tahunan menjadi Rp1.452 triliun pada akhir November 2025 2

. Performa ini melampaui target awal bank sebesar 8-10% untuk tahun penuh 2025 1.

Pertumbuhan DPK yang Kuat dan Manajemen Likuiditas

Bank ini juga mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang kuat, meningkat sebesar 15,9% YoY menjadi Rp1.584 triliun. Pertumbuhan DPK yang kuat ini membantu menjaga posisi likuiditas yang sehat, dengan rasio LDR sekitar 91% 2

. Total aset bank tumbuh 14,6% YoY menjadi Rp2.120 triliun, mencerminkan kapasitas keuangan yang berkembang.

Performa Operasional dan Langkah Efisiensi

Meskipun mencapai pertumbuhan kuat dalam bisnis kredit, pertumbuhan pendapatan bunga bersih lebih moderat pada 9,5% YoY. Bank menghadapi tantangan dalam mengelola beban bunga, meskipun ada sedikit perbaikan di kuartal keempat karena biaya pendanaan mulai menurun. Manajemen bank mencatat bahwa biaya pendanaan telah membaik sejak kuartal kedua 2025 2

.

Pendapatan Diversifikasi dan Pertumbuhan Digital

Bank Mandiri menunjukkan keberhasilan dalam diversifikasi sumber pendapatan. Pendapatan non-bunga tumbuh sebesar 12,1% YoY, didorong oleh peningkatan volume transaksi digital dan solusi keuangan yang dioptimalkan. Platform perbankan digital bank, Livin' by Mandiri, berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ini, dengan pendapatan berbasis biaya dari transaksi digital meningkat hampir 20%. Bisnis treasury juga menunjukkan kinerja kuat, dengan pertumbuhan fee sekitar 55% karena meningkatnya aktivitas trading dan layanan nasabah.

Kualitas Aset dan Manajemen Risiko

Bank mempertahankan kualitas aset yang kuat, dengan rasio NPL membaik menjadi 0,99% pada November 2025, turun dari 1,03% pada September 2025. Rasio pencadangan sekitar 260%, memberikan buffer kuat terhadap potensi kerugian kredit. Perbaikan kualitas aset ini menyebabkan penurunan signifikan pada beban pencadangan, yang turun 36% YoY.

Profitabilitas dan Outlook Masa Depan

Laba bersih bank menunjukkan pertumbuhan bulanan sebesar 28,7% pada November 2025, didukung oleh perbaikan efisiensi operasional dan kualitas aset yang lebih baik. Rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) terjaga di 42,97%, mencerminkan manajemen biaya yang efektif. Manajemen Bank Mandiri tetap optimis untuk mempertahankan kinerja hingga akhir tahun, dengan dasar bisnis yang kuat dan manajemen likuiditas yang prudent.

Sumber

  1. [Kontan](
  2. [Bisnis.com](
Original Sources

Story Info

Published
1 month ago
Read Time
16 min
Sources
2 verified

Topics Covered

Banking PerformanceCredit GrowthDigital BankingFinancial Results

Key Events

1

Strong Credit Growth

2

DPK Increase

3

Digital Banking Expansion

Timeline from 2 verified sources