Key insights and market outlook
Bank Mandiri (BMRI) melaporkan pertumbuhan dua digit pada penyaluran kredit dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) menjelang akhir 2025. Hingga November 2025, kredit bank tumbuh 13,1% tahunan menjadi Rp1.452 triliun, sementara DPK meningkat 15,9% YoY menjadi Rp1.584 triliun. Bank mempertahankan posisi likuiditas yang sehat dengan LDR sekitar 91%. Meski menghadapi tantangan operasional, Mandiri berhasil melakukan perbaikan efisiensi dengan penurunan beban operasional sebesar 20,2% bulanan.
Bank Mandiri (BMRI) telah mencapai pertumbuhan signifikan dalam operasi perbankan intinya menjelang akhir 2025. Portofolio kredit bank ini berkembang sebesar 13,1% tahunan menjadi Rp1.452 triliun pada akhir November 2025 2
Bank ini juga mencatat pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang kuat, meningkat sebesar 15,9% YoY menjadi Rp1.584 triliun. Pertumbuhan DPK yang kuat ini membantu menjaga posisi likuiditas yang sehat, dengan rasio LDR sekitar 91% 2
Meskipun mencapai pertumbuhan kuat dalam bisnis kredit, pertumbuhan pendapatan bunga bersih lebih moderat pada 9,5% YoY. Bank menghadapi tantangan dalam mengelola beban bunga, meskipun ada sedikit perbaikan di kuartal keempat karena biaya pendanaan mulai menurun. Manajemen bank mencatat bahwa biaya pendanaan telah membaik sejak kuartal kedua 2025 2
Bank Mandiri menunjukkan keberhasilan dalam diversifikasi sumber pendapatan. Pendapatan non-bunga tumbuh sebesar 12,1% YoY, didorong oleh peningkatan volume transaksi digital dan solusi keuangan yang dioptimalkan. Platform perbankan digital bank, Livin' by Mandiri, berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ini, dengan pendapatan berbasis biaya dari transaksi digital meningkat hampir 20%. Bisnis treasury juga menunjukkan kinerja kuat, dengan pertumbuhan fee sekitar 55% karena meningkatnya aktivitas trading dan layanan nasabah.
Bank mempertahankan kualitas aset yang kuat, dengan rasio NPL membaik menjadi 0,99% pada November 2025, turun dari 1,03% pada September 2025. Rasio pencadangan sekitar 260%, memberikan buffer kuat terhadap potensi kerugian kredit. Perbaikan kualitas aset ini menyebabkan penurunan signifikan pada beban pencadangan, yang turun 36% YoY.
Laba bersih bank menunjukkan pertumbuhan bulanan sebesar 28,7% pada November 2025, didukung oleh perbaikan efisiensi operasional dan kualitas aset yang lebih baik. Rasio biaya terhadap pendapatan (CIR) terjaga di 42,97%, mencerminkan manajemen biaya yang efektif. Manajemen Bank Mandiri tetap optimis untuk mempertahankan kinerja hingga akhir tahun, dengan dasar bisnis yang kuat dan manajemen likuiditas yang prudent.
Strong Credit Growth
DPK Increase
Digital Banking Expansion