Key insights and market outlook
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) melaporkan bahwa salah satu direksinya, Timothy Utama, membeli 155.000 saham melalui perjanjian pembelian kembali (repo) dengan harga Rp4.800 per saham pada 9 Januari 2026. Transaksi ini meningkatkan kepemilikan saham Utama dari 0,0111% menjadi 0,0112% dari total saham perusahaan. Pembelian dilakukan di atas harga penutupan hari sebelumnya namun di bawah harga penutupan hari berikutnya sebesar Rp4.990. Kapitalisasi pasar Bank Mandiri saat ini mencapai Rp444,10 triliun dengan rasio P/E sebesar 9,04 kali dan dividend yield sebesar 4,34%.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) telah melaporkan transaksi signifikan yang melibatkan salah satu direksinya, Timothy Utama, yang membeli 155.000 saham perusahaan melalui perjanjian pembelian kembali (repo) pada 9 Januari 2026. Transaksi ini dilakukan dengan harga Rp4.800 per saham. Sebagai hasil dari pembelian ini, total kepemilikan saham Utama dalam Bank Mandiri meningkat dari 10.334.300 saham (0,0111%) menjadi 10.489.300 saham (0,0112%).
Harga transaksi Rp4.800 berada di bawah harga penutupan pada 15 Januari 2026, ketika saham ditutup di Rp4.990, mewakili kenaikan 3,10% dari penutupan hari sebelumnya. Selama sesi perdagangan 15 Januari, saham mencapai level tertinggi Rp5.075 dan terendah Rp4.830. Pembelian signifikan dan reaksi pasar selanjutnya menunjukkan kepercayaan yang kuat terhadap prospek perusahaan.
Bank Mandiri saat ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp444,10 triliun. Saham diperdagangkan dengan rasio price-to-earnings (P/E) sebesar 9,04 kali. Perusahaan menawarkan dividend yield sebesar 4,34%, dengan dividen kuartalan sebesar Rp54,14 per saham. Selama setahun terakhir, saham BMRI diperdagangkan dalam rentang antara Rp4.010 hingga Rp6.300.
Transaksi oleh direktur Bank Mandiri ini menunjukkan kepercayaan internal terhadap valuasi perusahaan dan prospek masa depan. Pembelian dilakukan melalui perjanjian repo, yang merupakan mekanisme umum yang digunakan oleh insiders perusahaan untuk memperoleh saham tambahan. Transaksi ini tidak mempengaruhi struktur pengendalian perusahaan karena Timothy Utama bukan pemegang saham pengendali.
Director Share Purchase
Repo Transaction
Significant Insider Buying